ISPA merupakan salah satu penyakit yang sering dialami balita dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan pada anak. ISPA dapat menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, dan demam, serta pada kondisi yang lebih berat dapat berkembang menjadi pneumonia dan menyebabkan gangguan fungsi paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan status imunisasi dasar dan kepadatan hunian kamar dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Rimbo Panjang Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Mei–02 Juni 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita berusia 12-24 bulan yang mengikuti kegiatan posyandu di Desa Rimbo Panjang dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebanyak 50 responden (64,1%) memiliki status imunisasi dasar tidak lengkap, 56 responden (71,8%) memiliki kepadatan hunian kamar yang tidak memenuhi syarat, dan 43 responden (55,1%) mengalami ISPA. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi dasar dengan kejadian ISPA (p-value = 0,002) dan antara kepadatan hunian kamar dengan kejadian ISPA (p-value = 0,009). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar serta meningkatkan penerapan kondisi hunian yang sehat, terutama dengan memperhatikan kebersihan kamar, ventilasi yang memadai, dan kepadatan hunian kamar untuk mencegah kejadian ISPA pada balita.