Monica, Elizabeth
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENYISIHAN Mn2+ DALAM AIR SUMUR DENGAN MEMANFAATKAN SABUT KELAPA Silalahi, Mawar D.; Siallagan, Christiana; Monica, Elizabeth
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 4, No 2 (2007): DESEMBER 2007
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.553 KB)

Abstract

Analysis of Applying the Environment Management System ISO 14001 2004 Separation Mn2+ from water with coco fiber. Coco fiber is an organic waste which is produced from the coconut exfoliation at the market that can be used as absorbent to decrease the level of Mn2+ in sand water. It is known that sand water in Jakarta contains a highly level of Mn2+. Several methods already used to decrease the heavy metal are precipitative and also ion exchange method by synthetic resin. Both methods however are considered costy. There was therefore a need to find out a simple treatment with low cost material. Coco fiber which can be used to reduce heavy metal, especially Mn2+ in sand water was an alternative processing solution. This research was aimed at comparing the ability of coco fiber by treatment and non treatment in the way to separate heavy metal Mn2+ in water sand. The coco fiber by treatment uses hydrothermal method or heating (reflux) with of NaOH. From the result of mechanic shaking (shaker) found that the Mn2+ separation in the sand water by using absorbent of coco fiber non treatment was the most reducible than the treatment which was 99.56 % to 30 % level . From the column method, it was found out that the reducible maximum capacity of Mn2+ in sand water from coco fiber non treatment such as 0.327 mg/g and from coco fiber treatment was 0.202 mg/g. The absorption test in this column, known the optimal of maximum capacity, was coco fiber non treatment.   Abstract in Bahasa Indonesia: Analysis of Applying the Environment Management System ISO 14001 2004 Sabut kelapa merupakan limbah dari buah kelapa yang berasal dari pasar yang dapat dipakai sebagai adsorben dalam menurunkan Mn2+ dari air sumur. Seperti kita ketahui bahwa air sumur di Jakarta mengandung Mn2+ yang cukup tinggi. Berbagai macam metode untuk menurunkan kadar logam berat yang telah digunakan ialah metode pengendapan dan juga metode penukaran ion dengan resin sintetik. Kedua metode ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh sebab itu dicari cara perlakuan yang sederhana dan juga menggunakan bahan yang murah, maka dimanfaatkan sabut kelapa yang dapat menurunkan kadar logam berat terutama Mn2+ dalam air sumur sebagai pengolahan alternatif. Dalam penelitian ini dibandingkan kemampuan sabut kelapa yang diberi perlakuan dan sabut kelapa tanpa perlakuan dalam menyisihkan logam berat Mn2+ dari air sumur. Perlakuan sabut kelapa yang dimaksud yaitu dengan metode hidrotermal atau dengan cara pemanasan (refluks) dengan larutan NaOH. Dari hasil penelitian dengan metode pengguncangan mekanik (shaker) didapatkan bahwa penyisihan Mn2+ dari air sumur untuk sabut kelapa tanpa perlakuan jauh lebih besar daripada sabut kelapa perlakuan yaitu 99.56% terhadap 30%. Dan pada metode kolom didapatkan bahwa kapasitas maksimum menyerap Mn2+ dari air sumur untuk sabut kelapa tanpa perlakuan sebesar 0.327 mg/g dan sabut kelapa perlakuan sebesar 0.202 mg/g. Jadi dari uji adsorpsi pada kolom ini dapat diketahui bahwa kapasitas maksimum yang optimal adalah sabut kelapa tanpa perlakuan.