Abstrak: Keterbatasan kualitas air sumur bor yang keruh dan berbau menjadi permasalahan utama di panti asuhan KM 24 Balikpapan, yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan sanitasi sehari-hari. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air bersih dan memperkuat keterampilan mitra melalui penerapan teknologi media filter berlapis Hydrovate. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan observasi dan analisis kebutuhan, perancangan sistem filtrasi, pemasangan media filter berlapis, sosialisasi, edukasi berbasis experiential learning, dan monitoring evaluasi menggunakan teknik observasi melalui tujuh pertanyaan kuesioner kepada sepuluh anggota responden mitra berskala Likert (1-5) dengan pendekatan analisis Kirkpatrick... Penerapan program ini menunjukkan bahwa sistem filtrasi menghasilkan air dengan kondisi fisik yang lebih jernih dan berkurangnya endapan secara signifikan. Hasil evaluasi pembelajaran menunjukkan peningkatan rata-rata tingkat pemahaman anggota mitra pada seluruh aspek dari 50% menjadi 94%. Peningkatan terbesar pemahaman mitra terletak pada aspek keterampilan perawatan sistem dari 25% menjadi 88%, pemahaman kondisi air dari 35% menjadi 95%, dan pemahaman bau air dari 40% menjadi 93%. Hal tersebut mencerminkan kesuksesan program pengabdian masyarakat berdasarkan peningkatan kapasitas mitra dalam pengoperasian, pemeliharaan, dan pengelolaan sistem media filter berlapis yang tetap ekonomis.Abstract: The poor quality of turbid and odorous groundwater from bore wells has become a major challenge at Orphanage KM 24 Balikpapan, adversely affecting the fulfillment of daily sanitation needs. This community service program aimed to improve clean water quality and strengthen the capacity of the partner institution through the implementation of Hydrovate filtration multilayer media technology. The activity was carried out through stages comprising observation and needs assessment, filtration system design analysis, installation of multi-layered filter media, outreach, experiential learning-based education, and monitoring and evaluation which utilizing observation techniques and a seven-question Likert-scale (1–5) questionnaire administered to ten partner respondents, alongside the Kirkpatrick analysis approach. The implementation of the program demonstrated that the filtration system produced clearer water with a significant reduction in sediment accumulation. Learning evaluation results indicated that the average level of participants’ understanding across all assessed aspects increased from 50% to 94%. The most significant improvements in the partners' understanding were observed in the areas of system maintenance skills (rising from 25% to 88%), understanding of water conditions (from 35% to 95%), and understanding of water odor (from 40% to 93%). These findings reflect the success of the community service program in enhancing the partners’ capacity to operate, maintain, and manage an economically sustainable multilayer filtration system.