Mardiani Mangun
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Palu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU REMAJA UNTUK PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGRAM 8000 HPK Mardiani Mangun; Anna Veronica Pont; Sri Restu Tempali; Zakia Radjulaeni; Yuli Admasari; Olkamien Jesdika Longulo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.42446

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan yang memerlukan upaya pencegahan berbasis siklus kehidupan, termasuk melalui peningkatan kapasitas remaja sebagai calon generasi penerus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung pencegahan stunting melalui Program 8000 Hari Pertama Kehidupan (8000 HPK) dan penguatan pelayanan Posyandu Remaja. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelatihan, praktik, dan pendampingan dengan melibatkan 21 kader, terdiri atas 10 kader berusia remaja dan 11 kader Posyandu berusia dewasa. Metode pelatihan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, role play, praktik pelayanan, dan pendampingan. Materi mencakup konsep 8000 HPK, Posyandu Remaja, peran kader, komunikasi sebaya, pengukuran antropometri, status gizi, kesehatan reproduksi, anemia, serta edukasi kesehatan dan gizi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi proses pelatihan dan praktik kader. Hasil menunjukkan peningkatan rerata nilai pengetahuan dari 58,70 pada pre-test menjadi 81,56 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 22,86 poin. Proporsi kader yang memperoleh nilai ≥80 meningkat dari 57,1% menjadi 90,5%, atau meningkat 33,4 poin persentase. Pelatihan yang dipadukan dengan praktik dan pendampingan memberikan dasar penguatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung pelayanan Posyandu Remaja. Kewterlibatan kader remaja bersama kader Posyandu dewasa juga menjadi strategi potensial untuk memperkuat keberlanjutan kegiatan promotif dan preventif dalam pencegahan stunting berbasis 8000 HPK.Abstract: Stunting is a public health problem that requires a life-course approach, including capacity building among adolescents as the next generation. This community service activity aimed to strengthen cadres’ capacity to support stunting prevention through the First 8000 Days of Life (8000 HPK) program and strengthen adolescent Posyandu services. The activity consisted of preparation, training, practical sessions, and mentoring involving 21 cadres, comprising 10 adolescent cadres and 11 adult Posyandu cadres. The training methods included interactive lectures, discussions, demonstrations, role play, service practice, and mentoring. The training materials covered the 8000 HPK concept, adolescent Posyandu, cadre roles, peer communication, anthropometric measurement, nutritional status, reproductive health, anemia, and adolescent health and nutrition education. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments, complemented by observation of the training process and cadre practices. The results showed an increase in the mean knowledge score from 58.70 at pre-test to 81.56 at post-test, representing an improvement of 22.86 points. The proportion of cadres achieving a score of ≥80 increased from 57.1% to 90.5%, an increase of 33.4 percentage points. Training combined with practical sessions and mentoring provided a foundation for strengthening cadres’ knowledge and skills in supporting adolescent Posyandu services. The involvement of adolescent cadres together with adult Posyandu cadres also represents a potential strategy for strengthening the sustainability of promotive and preventive activities for stunting prevention through the 8000 HPK life-course approach.