Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu salah tanaman legum yang menjadi salah satu pilihan konsumsi favorit di Indonesia sebagai sayuran yang kaya akan nutrisi. Namun, meskipun permintaan buncis meningkat, produksi buncis tidak mengalami peningkatan. Penurunan ini dapat disebabkan oleh salah satu faktor yaitu rendahnya mutu benih yang digunakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi penurunan kualitas benih invigorasi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian, dan di Lapang Lahan Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian dilakukan di Laboratorium pada bulan Mei 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu lama perendaman benih dan konsentrasi PEG-6000, setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali. Pada penelitian di lapang dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Analisis data mengggunakan analisis ragam atau Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji F dan uji lanjut dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan konsentrasi PEG 5% dengan perendaman 15 menit dan konsentrasi PEG 10% dengan perendaman 30 menit efektif dalam meningkatkan panjang akar dan pada perlakuan larutan PEG-6000 konsentrasi 5% dengan perendaman selama 30 menit meningkatkan keserempakan tumbuh dan pada perlakuan lama perendaman 45 menit dengan PEG 15% efektif dalam menghasilkan tinggi tanaman 35 HST dan PEG 5% berpengaruh pada jumlah daun dan bobot polong. Faktor konsentrasi PEG 5% berpengaruh nyata terhadap menghasilkan nilai daya berkecambah, kecepatan tumbuh, indeks vigor dan tinggi tanaman umur 28 HST. Lama perendaman berpengaruh terhadap panjang hipokotil dan persentase tumbuh.