Nanda, Chelsi El
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Hormonal Conditioning terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Nanda, Chelsi El; Kendarini, Niken
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 7 (2026): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.7.04

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) ialah komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering menurun akibat rendahnya mutu benih. Teknik invigorasi menjadi solusi penting untuk meningkatkan kualitas fisiologis benih sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei–Agustus 2025 di laboratorium pemuliaan tanaman Universitas Brawijaya dan lahan Bulukerto, Kota Batu. Alat yang digunakan meliputi timbangan analitik, germinator, bak kecambah, serta sprayer, sedangkan bahan terdiri atas benih buncis, larutan atonik, aquades, mulsa plastik hitam perak, dan media tanam. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor, yaitu lama perendaman dan konsentrasi Atonik. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali dan dianalisis menggunakan ANOVA serta uji BNT 5% melalui software DSAASTAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Atonik 2 ml L-1 dan 3 ml L-1 dengan perendaman 30 menit menghasilkan panjang hipokotil tertinggi. Konsentrasi 3 ml L-1 pada perendaman 15 dan 30 menit memberikan tinggi tanaman terbaik. Peningkatan jumlah daun tertinggi juga diperoleh pada konsentrasi 3 ml L-1, terutama dengan perendaman 15 menit. Sebagai faktor tunggal, konsentrasi Atonik 1–3 ml L-1 meningkatkan daya kecambah, keserempakan tumbuh, indeks vigor, dan persentase tumbuh. Konsentrasi 2 ml L-1 dan 3 ml L-1 juga memberi hasil terbaik terhadap kecepatan tumbuh dan panjang akar, sedangkan lama perendaman 15–30 menit terbukti paling efektif untuk parameter tersebut.