Bawang Merah (Allium cepa Linnaeus var. aggregatum) merupakan komoditas holtikultura yang diminati sebagai bumbu masakan, obat, dan produk olahan. Tahun 2021-2023 jumlah produksi bawang merah di Indonesia cenderung turun. Penurunan jumlah produksi tersebut dipengaruhi oleh faktor global warming sehingga permukaan air laut menaik dan terjadi intrusi air laut. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi adalah mengembangkan varietas yang tahan terhadap cekaman salinitas. Pembuatan keragaman pada populasi dasar pada penelitian ini mengggunakan sinar gamma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LD50 dari varietas Sanren dan untuk mengetahui keragaman tanaman bawang merah dari true shallot seed (TSS) hasil mutasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 – Juni 2025 di di Greenhouse Kebun Tajur 2 Institut Pertanian Bogor, Kota Bogor. Alat yang digunakan adalah Alat tulis, Klorofil Meter, dan Timbangan. Bahan yang digunakan adalah 50 gram benih TSS Sanren F1, NPK 16:16:16, polibag 25 cm, pupuk kandang sapi, sekam bakar. Penelitian menggunakan Rancangan Lingkungan Acak Kelompok yakni 5 taraf dosis gamma rays, dengan total kombinasi 5 perlakuan dan masing-masing kombinasi diterapkan 3 ulangan. Setiap kombinasi perlakuan terdiri atas 48 tanaman, sehingga jumlah tanaman pada penelitian ini adalah 240 tanaman. Analisis data menggunakan deskriptif statistik, nilai koefisien keragaman populasi. Hasil penelitian didapatkan nilai LD50 (dosis letal) pada benih bawang merah varietas Sanren pada 31.1 Gy; Terdapat keragaman kuantitatif serta kualitatif akibat dari radiasi sinar gamma, khuhusnya pada perlakuan dosis sinar gamma 50, 150, dan 200 Gy.