Yusuf Febryan Tampubolon
Universitas Maritim Raja Ali Haji

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Serai sebagai Bahan Alami untuk Pembuatan Spray Anti Nyamuk dan Agas dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Desa Pengudang Nurisma Isro Hayati; Anisah Putri Erreka; Arniya Arniya; Fauza Sandra Nurul Fathiha; Egitia Dwi Lestari; Nandya Alya Izzati; Rofiah Adawiyah; Dakar Tarmizi Simanjorang; Yusuf Febryan Tampubolon; Marchel Gilbert Mensen Simorangkir; Benny Manullang
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5454

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan keterampilan kepada masyarakat Desa Pengudang mengenai pemanfaatan serai sebagai bahan dasar pembuatan spray anti nyamuk dan agas melalui metode yang sederhana dan mudah diterapkan. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB di Balai Pertemuan Desa Pengudang dengan subjek kegiatan yaitu masyarakat Desa Pengudang yang mengikuti edukasi dan demonstrasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan edukatif yang meliputi observasi dan analisis lapangan, diskusi dan koordinasi, percobaan dan formulasi produk, serta edukasi dan demonstrasi kepada masyarakat. Proses pembuatan spray menggunakan 6 batang serai, 500 mL air, dan 20 mL alkohol 70%. Serai direbus selama 20–30 menit, kemudian disaring dan dicampurkan dengan alkohol menggunakan perbandingan 3:1. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif dan antusias selama penyampaian materi dan demonstrasi. Masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan serai serta keterampilan dasar dalam mengolahnya menjadi spray. Produk yang dihasilkan berupa cairan berwarna kuning dengan aroma khas serai dan berdasarkan pengamatan dapat digunakan sekitar 2–3 jam sebelum dilakukan penyemprotan kembali. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan demonstrasi pembuatan spray berbahan dasar serai dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami menjadi produk sederhana yang memiliki nilai guna serta berpotensi dikembangkan sebagai produk rumah tangga di Desa Pengudang.