Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kerjasama siswa kelas IV sekolah dasar yang ditandai dengan kurangnya partisipasi siswa dalam kegiatan kelompok, kurangnya interaksi, serta dominasi siswa tertentu dalam diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan, efektivitas, dan kendala penggunaan media video animasi berbantuan canva melalui model pembelajaran teams games tournament (TGT) dalam meningkatkan kemampuan kerjasama siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dimodifikasi menjadi delapan tahapan. Yaitu pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba awal, revisi produk awal, uji coba lapangan, revisi produk akhir, dan uji coba produk akhir. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes (pretest dan posttest). Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui hasil validasi ahli, respon siswa, perhitungan N-gain, serta uji wilcoxon signed-rank test dan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses pengembangan media video animasi berbantuan canva dilakukan melalui delapan tahapan Research and Development (R&D); (2) media video animasi berbantuan canva dinyatakan sangat layak berdasarkan hasil validasi ahli media sebesar 96% dan ahli materi sebesar 93%; (3) media yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan kemampuan kerjasama siswa dengan nilai N-gain kelas eksperimen sebesar 0.50 dan kelas kontrol sebesar 0.41 dalam kategori sedang; dan (4) kendala yang ditemukan berdasarkan hasil observasi selama pembelajaran meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, pengelolaan kelas saat kegiatan games berlangsung, serta masih adanya siswa yang belum terbiasa bekerja sama dalam kelompok. Dengan demikian, media video animasi berbantuan canva melalui model teams games tournament (TGT) dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang layak dan efektif untuk meningkatkan kemampuan kerjasama siswa sekolah dasar.