Tiara Syifa Saadah
Politeknik Manufaktur Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Civic skills sebagai Pilar Partisipasi Warga Negara Demokratis melalui Pendidikan Kewarganegaraan Tiara Syifa Saadah
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol. 2 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v2i2.9231

Abstract

Civic skills merupakan salah satu dimensi penting dalam pendidikan kewarganegaraan yang berperan dalam membentuk kemampuan warga negara untuk berpikir kritis, berpartisipasi aktif, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab dalam kehidupan demokratis. Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia tidak hanya bertujuan mengembangkan pengetahuan kewarganegaraan, tetapi juga diarahkan pada penguatan keterampilan kewarganegaraan yang memungkinkan peserta didik terlibat secara aktif dalam kehidupan sosial, politik, dan kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Civic skills sebagai pilar partisipasi warga negara demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah nasional terbitan tahun 2021–2025 yang relevan dengan topik Civic skills dan pendidikan kewarganegaraan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pemaknaan Civic skills, dimensi keterampilan kewarganegaraan yang menyusunnya, peran pendidikan kewarganegaraan dalam mengembangkan Civic skills, serta relevansinya dalam menghadapi tantangan demokrasi kontemporer di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Civic skills mencakup keterampilan intelektual seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah publik, serta keterampilan partisipatoris seperti komunikasi, kerja sama, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan publik. Pendidikan kewarganegaraan yang dilaksanakan secara partisipatif, reflektif, dan kontekstual terbukti memiliki peran strategis dalam mengembangkan Civic skills mahasiswa. Oleh karena itu, penguatan Civic skills perlu dijadikan fokus utama dalam pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran pendidikan kewarganegaraan guna meningkatkan kualitas partisipasi warga negara dalam kehidupan demokratis.