Desa Bonde-Bonde, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene merupakan salah satu wilayah penghasil kelapa di Sulawesi Barat, namun limbah sabut kelapa yang dihasilkan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung dibiarkan menumpuk atau dibakar. Padahal sabut kelapa berpotensi diolah menjadi cocopeat, media tanam ramah lingkungan yang bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani setempat dalam mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam lokal secara lebih optimal dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), meliputi observasi dan identifikasi masalah, sosialisasi program, pelatihan pembuatan cocopeat, serta pendampingan dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Sanggar Tani Dusun Lambangan pada 18 Agustus 2026, melibatkan anggota kelompok tani secara langsung dalam seluruh tahap produksi, mulai dari pencacahan, pemisahan serat dan serbuk, perendaman untuk melunturkan tanin, penjemuran, hingga pengemasan. Berdasarkan observasi selama kegiatan, warga menunjukkan partisipasi aktif di setiap tahapan serta perubahan cara pandang terhadap sabut kelapa, dari limbah tidak berguna menjadi sumber daya bernilai ekonomis. Kegiatan ini membuka peluang tumbuhnya usaha kecil berbasis cocopeat di tingkat dusun, meskipun keberlanjutannya masih dibatasi oleh keterbatasan alat produksi dan minimnya akses pemasaran. Diperlukan kolaborasi lanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat agar program rintisan ini dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.