Pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi opini dan fakta masih menghadapi kendala berupa rendahnya hasil belajar, kebosanan siswa, serta penggunaan metode yang kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas strategi Joyful Learning berbantuan media KATOFA berbasis kearifan lokal Kudus terhadap hasil belajar siswa kelas V SD 2 Sidorekso. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas V semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, validasi soal, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, paired sample t-test, dan Effect Size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 47,79 pada pretest menjadi 73,17 pada posttest. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis Effect Size memperoleh Cohen’s d sebesar 1,28, yang menunjukkan efek sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi Joyful Learning berbantuan KATOFA efektif dalam konteks desain satu kelompok untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam membedakan kalimat opini dan fakta. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi suasana belajar menyenangkan, permainan interaktif, dan muatan kearifan lokal dapat memperkuat keterlibatan serta hasil belajar siswa. Kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan KATOFA sebagai media interaktif berbasis kearifan lokal Kudus yang dipadukan dengan Joyful Learning khusus pada materi opini dan fakta. Kontribusi penelitian ini memberikan alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, interaktif, dan relevan bagi siswa sekolah dasar. Secara pedagogis, temuan ini memperlihatkan pentingnya mengaitkan latihan klasifikasi informasi dengan pengalaman budaya lokal agar pembelajaran lebih bermakna, aktif, dan mudah dipahami siswa.