Ardheta Bintang Rahmadena
Universitas Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tindak Tutur Representatif dalam Kaitannya dengan Konstruksi Makna pada Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala Ardheta Bintang Rahmadena; Ria Kasanova
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2957

Abstract

Penelitian ini berangkat dari pentingnya dialog dalam karya sastra sebagai ruang pragmatik yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk karakter, konflik, relasi antartokoh, dan perkembangan alur. Penelitian ini bertujuan menganalisis wujud tindak tutur representatif serta perannya dalam mengonstruksi makna pada novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-pragmatik dengan teori tindak tutur John R. Searle sebagai landasan analisis. Data berupa tuturan antartokoh yang mengandung tindak tutur representatif, dikumpulkan melalui teknik baca-catat, kemudian dianalisis berdasarkan konteks, bentuk tuturan, fungsi, dan kontribusinya terhadap konstruksi makna naratif. Hasil penelitian menunjukkan empat wujud tindak tutur representatif, yaitu menyatakan, melaporkan, mengeklaim, dan mengeluh. Keempat bentuk tersebut tidak sekadar menegaskan komitmen penutur terhadap kebenaran proposisi, tetapi menjalankan fungsi naratif yang berbeda. Tuturan menyatakan memperjelas fakta, pandangan, dan hubungan antartokoh; tuturan melaporkan menghubungkan peristiwa masa lalu dengan proses penelusuran tokoh; tuturan mengeklaim memperkuat posisi, keyakinan, dan pertentangan kepentingan; sedangkan tuturan mengeluh menampilkan tekanan emosional, kecemasan, dan ketegangan dalam konflik. Temuan ini menunjukkan bahwa tindak tutur representatif menjadi perangkat pragmatik yang aktif dalam membangun karakter, memunculkan relasi kuasa, mengembangkan konflik, dan menggerakkan alur cerita. Dengan demikian, kajian ini memperluas penerapan pragmatik sastra dengan menunjukkan bahwa pilihan tindak tutur representatif dapat menjembatani analisis linguistik dan interpretasi unsur naratif secara kontekstual dalam teks sastra Indonesia kontemporer secara sistematis. Penelitian menyimpulkan bahwa konstruksi makna dalam Gadis Kretek terbentuk melalui interaksi antara bentuk tuturan, konteks, dan fungsi naratif. Kebaruan penelitian terletak pada pemetaan fungsi tindak tutur representatif sebagai mekanisme pembentuk struktur makna naratif, bukan hanya sebagai klasifikasi bentuk ujaran.