Keterampilan menulis cerita pendek menuntut kemampuan mengembangkan gagasan, mengurutkan peristiwa, memilih kata, dan menyusun kalimat secara runtut, yang bagi peserta didik tunagrahita memerlukan dukungan konkret, bertahap, dan terarah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media kartu gambar berseri serta peningkatan keterampilan menulis cerita pendek pada peserta didik tunagrahita kelas VII dan VIII SMPKH Pelita Nusantara. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang meliputi prasiklus, Siklus I, dan Siklus II dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah sembilan peserta didik. Data diperoleh melalui hasil tulisan, skor penilaian, dan catatan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif berdasarkan rata-rata, persentase ketuntasan, serta perubahan proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor meningkat dari 58,78 pada prasiklus menjadi 67,44 pada Siklus I dan 72,67 pada Siklus II. Ketuntasan belajar meningkat dari 22,22% menjadi 55,56% dan mencapai 88,89%. Perubahan hasil tersebut disertai peningkatan perhatian, keberanian bertanya, kemampuan mengikuti urutan peristiwa, dan kemandirian menulis dengan dukungan yang semakin berkurang. Penelitian menyimpulkan bahwa kartu gambar berseri dapat menjadi penuntun visual yang mendukung pembelajaran menulis cerita pendek secara lebih konkret dan terstruktur ketika dipadukan dengan bimbingan individual, latihan bertahap, serta refleksi. Kebaruan penelitian terletak pada pelacakan simultan perubahan proses dan hasil menulis pada peserta didik tunagrahita tingkat SMP. Kontribusinya berupa model pembelajaran adaptif yang menghubungkan urutan visual, pembentukan kalimat, pengembangan alur, dan pendampingan individual sesuai kebutuhan peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa media visual tidak bekerja secara mandiri, tetapi memperoleh fungsi pedagogis melalui pengulangan, umpan balik, penyesuaian bantuan, dan evaluasi perkembangan individual setiap peserta didik.