Yusuf Setyadi
Universitas Siber Asia Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Warkshop Penguatan Kapasitas Satgas PPKPT Bidang Investigasi dalam Penanganan Kasus Kekeraasan bagi Perguruan Tinggi Antar Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDikti Wilayah III Yusuf Setyadi; Muhammad Dzaki Hamim
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengabdian
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i2.442

Abstract

Kekerasan di lingkungan perguruan tinggi merupakan persoalan yang membutuhkan mekanisme pencegahan, penanganan, dan investigasi yang profesional, sistematis, berperspektif korban, serta berorientasi pada perlindungan dan pemulihan. Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) memiliki peran strategis dalam memastikan setiap laporan kekerasan ditangani secara tepat berdasarkan prinsip keadilan, kerahasiaan, non-diskriminasi, dan perlindungan terhadap pihak yang terlibat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi Satgas PPKPT, khususnya pada bidang investigasi dalam penanganan kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi swasta di bawah koordinasi LLDikti Wilayah III. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan workshop partisipatif yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi investigasi, identifikasi permasalahan, serta evaluasi pemahaman peserta. Materi kegiatan mencakup prinsip dasar investigasi kasus kekerasan, penerimaan dan verifikasi laporan, teknik pengumpulan informasi dan bukti, wawancara korban dan saksi, penyusunan kronologi kasus, perlindungan korban, etika investigasi, serta penyusunan rekomendasi penanganan kasus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai tahapan investigasi dan pentingnya penerapan prosedur yang objektif, sensitif terhadap korban, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Workshop juga memperkuat kemampuan peserta dalam mengidentifikasi fakta, membedakan informasi dan bukti, serta menyusun dokumentasi hasil investigasi secara sistematis. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat profesionalisme Satgas PPKPT dan mendukung terciptanya lingkungan perguruan tinggi yang aman, inklusif, bebas dari kekerasan, serta menjunjung tinggi keadilan dan perlindungan bagi seluruh sivitas akademika.
Human Capital Development and Labor Law Protection in Indonesia: Toward a Fair and Sustainable Employment Ecosystem Yusuf Setyadi; Muhammad Dzaki Hamim
International Journal of Economics Business and Social Sciences Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/ijebss.v1i2.441

Abstract

Human capital development and labor law protection are essential components in building a fair, productive, and sustainable employment ecosystem. In Indonesia, rapid economic transformation, technological advancement, labor market flexibility, and the emergence of new employment models have created opportunities as well as challenges for workers and employers. This study aims to examine the relationship between human capital development and labor law protection in Indonesia and to analyze how both dimensions can contribute to the establishment of a fair and sustainable employment ecosystem. This research employs a qualitative approach using normative juridical and conceptual analysis, focusing on Indonesian labor regulations, human capital development policies, and relevant academic literature. The analysis indicates that human capital development should not be limited to improving workers' knowledge and technical competencies but must also encompass access to decent employment, social protection, equal opportunities, occupational safety, and legal certainty. Meanwhile, effective labor law protection serves as an institutional foundation for ensuring that investment in human capital generates equitable benefits for workers, employers, and the broader economy. Weak regulatory implementation, disparities in access to skills development, informal employment, and the changing nature of work remain significant challenges. Therefore, stronger harmonization between human capital policies and labor regulations is required through competency-based education, lifelong learning, effective labor inspection, social protection, and adaptive legal frameworks. The study concludes that integrating human capital development with labor law protection can strengthen worker productivity, reduce employment inequality, enhance legal certainty, and support an inclusive and sustainable labor market in Indonesia.