Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Toko Primkopau Yohanis Kapiyau periode 2023–2024 berdasarkan rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data utama yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan toko, yang terdiri atas laporan laba rugi dan neraca periode 2023–2024, serta didukung oleh wawancara dan observasi. Kinerja keuangan dianalisis menggunakan rasio perputaran aset, perputaran piutang, *Return on Assets* (ROA), dan *Return on Equity* (ROE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perputaran aset menurun dari 29,44% pada tahun 2023 menjadi 18,20% pada tahun 2024, tetapi kedua tahun tersebut tetap berada dalam kategori sangat baik. Perputaran piutang juga menurun dari 145,26% menjadi 72,31% dan tetap berada dalam kategori sangat baik. Sementara itu, ROA menurun dari 20,42% pada tahun 2023 menjadi 8,20% pada tahun 2024, sehingga berubah dari kategori sangat baik menjadi baik. ROE menurun dari 20,42% menjadi 8,20%, sehingga berubah dari kategori baik menjadi kurang baik. Penurunan rasio aktivitas berkaitan dengan menurunnya aktivitas penjualan, berkurangnya ketersediaan persediaan, dan dana yang masih tertanam dalam piutang. Penurunan rasio profitabilitas berkaitan dengan menurunnya pendapatan dan Sisa Hasil Usaha (SHU). Oleh karena itu, meskipun pengelolaan aset dan piutang masih efektif berdasarkan kriteria yang digunakan, toko perlu meningkatkan aktivitas penjualan, ketersediaan persediaan, penagihan piutang, serta efisiensi penggunaan aset dan modal sendiri untuk memperkuat kinerja keuangan pada periode berikutnya.