Dyta Ulya
Universitas Negeri Malang, Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN CAMPUR KODE JAWA NGOKO DENGAN BAHASA INDONESIA DALAM LAGU KORBAN JANJI KARYA ANDRY PRIYANTA Anifa Fitriani; Meidy Avisena; Dyta Ulya; Helmi Muzaki
Journal of Education for The Language and Literature of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Education For The Language and Literature of Indonesia
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jelli.v4i1.3198

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan campur kode antara bahasa Jawa ngoko dan bahasa Indonesia dalam lirik lagu Korban Janji karya Andry Priyanta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena campur kode sebagai bentuk variasi bahasa yang sering muncul dalam karya musik populer dan mencerminkan identitas sosial serta ekspresi emosional penutur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan bentuk campur kode yang terdapat dalam lirik lagu, serta memahami fungsi penggunaannya dalam menyampaikan pesan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa lirik lagu Korban Janji dan data pendukung dari rekaman audio/video. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, kemudian dianalisis dengan cara mengelompokkan bentuk campur kode ke dalam kategori kata, frasa, klausa, dan pengulangan kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dominasi campur kode ke dalam (inner code mixing) dengan variasi bentuk berupa kata, frasa, klausa, dan pengulangan kata, serta untuk memahami bagaimana kedua bahasa tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan kepada pendengarnya. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan campur kode dalam lirik lagu berfungsi untuk memperkuat ekspresi emosional, memperjelas makna, serta menciptakan kedekatan dengan pendengar. Selain itu, perpaduan bahasa Jawa ngoko dan bahasa Indonesia menunjukkan kreativitas dalam penggunaan bahasa sekaligus mencerminkan realitas masyarakat bilingual.