Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam melindungi wilayah pesisir, menyediakan habitat bagi berbagai organisme, serta mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir. Namun, keberadaan mangrove menghadapi ancaman akibat aktivitas masyarakat yang kurang mendapat edukasi tentang peran mangrove dan konsekuensi hukum yang ditimbulkan oleh aktivitas yang merusak lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian yang langsung melibatkan masyarakat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Matawine, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa melalui sosialisasi seputar mangrove yang dilanjutkan dengan pembuatan dan pemasangan plang informasi larangan penebangan mangrove. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan mangrove serta menyediakan media informasi edukatif terkait mangrove. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, identifikasi kebutuhan informasi, sosialisasi, perancangan pesan dan pembuatan plang, pemasangan di lokasi yang strategis, serta komunikasi dengan masyarakat terkait evaluasi dan pemeliharaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa plang peringatan dapaat menjadi media komunikasi lingkungan yang sederhana, murah, dan mudah dipahami. Kehadiran plang juga menjadi pengingat visual mengenai pentingnya menjaga dan mendukung keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian mangrove. Kegiatan ini menunjukkan bahwa program KKN yang memadukan aksi fisik dengan edukasi lingkungan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir.