Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan layanan publik digital yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memudahkan masyarakat mengakses dokumen kependudukan melalui smartphone. Keberhasilan aplikasi ini tidak hanya diukur dari sisi teknis, tetapi juga dari kualitas pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman pengguna IKD pada masyarakat Kota Jambi menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ) serta menyusun rekomendasi perbaikan dalam bentuk prototipe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan rekomendasi UEQ Handbook yang menyatakan bahwa 20–30 responden umumnya sudah menghasilkan estimasi yang stabil; jumlah 100 responden dipilih untuk meningkatkan stabilitas dan akurasi estimasi, meskipun teknik purposive sampling ini membatasi generalisasi hasil terhadap populasi pengguna IKD secara keseluruhan. Data diolah menggunakan Data Analysis Tool yang menghasilkan nilai mean pada enam dimensi pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan empat dimensi berada pada kategori positif, yaitu Dependability (0,905), Attractiveness (0,892), Perspicuity (0,853), dan Efficiency (0,825), sedangkan dua dimensi lainnya, Stimulation (0,800) dan Novelty (0,528), berada pada kategori netral, dengan Novelty sebagai nilai terendah. Satu-satunya item bernilai negatif adalah "inventive–conventional" dengan mean -0,4, yang menunjukkan aplikasi masih dinilai kurang inovatif. Berdasarkan temuan tersebut, diusulkan rekomendasi perbaikan berupa pembaruan tampilan antarmuka, registrasi online mandiri, login biometrik, reset password via OTP, pengajuan dokumen online, dan cetak ulang dokumen. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kecepatan respons, kemudahan pembelajaran, keamanan, dan personalisasi layanan digital.