Penentuan tarif kamar yang akurat merupakan elemen strategis dalam meningkatkan efisiensi biaya dan daya saing industri perhotelan. Hotel Sapadia Kotamobagu saat ini masih menerapkan metode Cost Plus Pricing, yang cenderung mengalokasikan biaya secara agregat tanpa mempertimbangkan konsumsi aktivitas secara spesifik, sehingga berpotensi menimbulkan distorsi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Activity Based Costing (ABC) dalam perhitungan tarif kamar serta mengevaluasi tingkat akurasinya dibandingkan metode Cost Plus Pricing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan identifikasi aktivitas, penentuan cost pool, cost driver, serta perhitungan tarif kamar berbasis aktivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Cost Plus Pricing menghasilkan tarif yang kurang mencerminkan konsumsi sumber daya aktual, sedangkan metode Activity Based Costing mampu menghasilkan alokasi biaya yang lebih akurat dan berbasis aktivitas. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan metode ABC tidak hanya meningkatkan akurasi perhitungan tarif kamar, tetapi juga memberikan informasi biaya yang lebih relevan bagi pengambilan keputusan manajerial, khususnya dalam penetapan harga yang lebih efisien dan kompetitif. Dengan demikian, metode Activity Based Costing direkomendasikan sebagai pendekatan yang lebih representatif dalam sistem penentuan tarif kamar di industri perhotelan