Intan Meliana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literasi Keuangan dan Risiko Gagal Bayar Pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Lampung Intan Meliana; Afrizal Nilwan; Haninun Haninun
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 17, No 2 (2026): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jak.v17i2.5060

Abstract

Perkembangan teknologi finansial telah mendorong meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital, khususnya buy now pay later (BNPL) di Indonesia, termasuk Shopee PayLater. Kemudahan akses dan proses pengajuan yang cepat menjadikan layanan ini menarik bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung. Namun, penggunaan layanan paylater tanpa pengelolaan keuangan yang baik dapat menimbulkan risiko keuangan, salah satunya adalah risiko gagal bayar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara literasi keuangan dan risiko gagal bayar pada pengguna Shopee PayLater di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada 122 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan risiko gagal bayar. Tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi berkaitan dengan pengelolaan kewajiban pembayaran yang lebih baik, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya gagal bayar. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki peran penting dalam penggunaan layanan paylater. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai risiko yang berkaitan dengan penggunaan layanan paylater serta menjadi referensi bagi pengguna dan pembuat kebijakan dalam mendorong penggunaan layanan keuangan digital secara lebih bertanggung jawab.