Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh dukungan manajemen puncak, kemampuan teknik personal, motivasi kerja, program pendidikan dan pelatihan, serta pengguna sistem informasi terhadap kinerja sistem informasi akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kabupaten Gianyar. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah adanya ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang menentukan kinerja sistem informasi akuntansi, serta adanya indikasi lemahnya dukungan dan pengawasan manajemen puncak yang menyebabkan terjadinya beberapa kasus kecurangan pada LPD di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan yang mengoperasikan sistem informasi akuntansi pada LPD di seluruh Kabupaten Gianyar, dengan 135 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan manajemen puncak, motivasi kerja, dan pengguna sistem informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Kemampuan teknik personal berpengaruh negatif, sedangkan program pendidikan dan pelatihan berpengaruh positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Secara simultan, kelima variabel independen mampu menjelaskan 98,9 persen variasi kinerja sistem informasi akuntansi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja sistem informasi akuntansi pada LPD di Kabupaten Gianyar terutama ditentukan oleh program pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada pengguna sistem.