Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan Glukosa dan Sukrosa dari Rumput Laut dengan Metode Hidrolisa Menggunakan Katalis SiO2 Devi, Fatma Putrinta; Riyadi, Delfimelinda Nurul; Kurniawansyah, Firman; Petrus, Himawan TBM; Astuti, Widi; Roesyadi, Achmad
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada pada posisi pertama eksportir rumput laut, Namun pada posisi ke-7 dari sisi harga. Karbohidrat pada rumput laut dihidrolisis dengan katalis asam akan menghasilkan sejumlah monosakarida. Dalam hal ini, katalis berperan penting untuk menghasilkan produk. Memproses dengan katalis asam homogen memiliki beberapa kekurangan, salah satunya ialah sulit dalam proses pemisahan antara katalis dan produk akhir. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan katalis heterogen yaitu silika (SiO2). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari proses pembuatan sukrosa dan glukosa yang terbentuk dari rumput laut dan mempelajari reaksi proses hidrolisa rumput laut dengan katalis heterogen. Metodologi yang digunakan yaitu hidrolisa untuk pembuatan sukrosa dan glukosa dengan variabel katalis SiO2 komersil sulfonat dan SiO2 geothermal sludge sulfonat. Hasil analisa XRD mendapatkan sudut difraksi pada katalis SiO2 komersil sulfonat bersifat amorf dan katalis SiO2 geothermal sludge (GS) sulfonat bersifat kristal. Glukosa yang dihasilkan pada reaksi hidrolisis katalitik dengan katalis SiO2 komersil sulfonat lebih besar yaitu sebesar 0,0143(b/b) dari variabel katalis yang lain. Dan memiliki kadar sukrosa lebih tinggi sebesar 1,5 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa katalis SiO2 komersil sulfonat merupakan katalis yang menghasilkan glukosa dan kadar sukrosa lebih banyak dibandingkan dengan katalis lainnya.
Kinerja Katalis Ni-Cu/HZSM-5 dalam Pembuatan Biogasoil dari Minyak Bintaro (Cerbera Manghas) dengan Proses Hydrocracking Aini, Afrida Nur; Al-Muttaqii, Muhammad; Roesyadi, Achmad; Kurniawansyah, Firman
BERKALA SAINSTEK Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v8i3.17937

Abstract

Catalytic cracking dan hydroprocessing merupakan dua proses yang digunakan untuk mengubah minyak nabati menjadi biofuel, gabungan dari kedua proses tersebut dinamakan reaksi hydrocracking. Minyak bintaro yang bersifat non-edibleoil serta memiliki kadar minyak cukup banyak yakni sebesar 35-50% dapat direkomendasikan sebagai salah satu sumber minyak nabati yang dapat diolah menjadi biogasoil. Penambahan logam nikel (Ni) dan tembaga (Cu) ialah untuk memperoleh yield yang lebih baik daripada menggunakan satu jenis katalis. Preparasi katalis dilakukan dengan menggunakan metode incipient wetness impregnation. Variabel loading support HZSM-5 yang digunakan sebesar 5% dan 10%, serta ratio logam Ni-Cu yaitu 1:1. Katalis Ni-Cu/HZSM-5 dianalisa menggunakan BET, EDX, dan XRD untuk mengetahui karakteristik katalis. Selanjutnya proses hydrocracking dilakukan dengan mencampurkan 2 gram katalis Ni- Cu/HZSM-5 dan 250 ml minyak bintaro ke dalam reaktor batch berpengaduk pada suhu reaksi 375 ̊C selama 2 jam. Produk cair (biofuel) yang dihasilkan dari proses hydrocracking dianalisa menggunakan GC-MS untuk mengetahui komposisi hidrokarbon. Rute reaksi yang mendominasi dalam penelitian ini ialah reaksi dekarbinolasi dan dekarboksilasi. Hal itu terlihat dari komposisi hidrokarbon terbanyak dari produk biogsoil yang dihasilkan ialah C15 dan C17. Hasil dari penelitian diperoleh Ni-Cu/HZSM-5 dengan loading 5% dan ratio logam 1:1 optimum digunakan pada proses hydrocracking minyak bintaro untuk menghasilkan biogasoil dengan yield sebesar 82,7%.
Particle Processing of Acetaminophen using Cooling and Anti-solvent Crystallization Methods Kurniawansyah, Firman; Ahmad, Fathanudin; Widagda, Indra Cahya; Idzati, Eka Maulana; Ni'mah, Hikmatun; Mahfud, Mahfud
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol. 13 No. 1 (2024): Edition January-April 2024
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpacr.2024.013.01.3326

Abstract

Several crystallization strategies are being implemented to enhance the solubility of acetaminophen, also known as paracetamol. Therefore, this study aimed to determine the effectiveness of the cooling and anti-solvent crystallization on the properties of acetaminophen. The results showed that the anti-solvent recrystallization produced achieved an impressive yield of up to 41.40%, while the cooling method yielded approximately 2–9%. Through FTIR, XRD, and DSC analysis on the samples, it was discovered that these methods had minimum effects on the molecular and thermal properties of the compound. Furthermore, the methods did not alter the crystallinity of acetaminophen, with crystal form I dominating the products. In addition, processing using the cooling and anti-solvent effectively reduced particle size of acetaminophen from 68.60 μm to 26.92 μm and 28.25 µm, respectively. In conclusion, the solubility of paracetamol in aqueous solutions experienced a significant enhancement. In the unprocessed samples, it measured 0.0107 gram/ml, while the recrystallized samples had an improved range of 0.0123 to 0.0167 g/ml.
Temperature and Cr-Co ratio on Production of Diethyl Ether from Ethanol Dehydration using Cr-Co/γ-Al2O3 Catalyst Muna, Izza Aliyatul; Kurniawansyah, Firman; Mahfud, Mahfud; Roesyadi, Achmad
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2024: BCREC Volume 19 Issue 4 Year 2024 (December 2024)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20237

Abstract

The running down of fossil fuels and rising environmental concerns, there is an increasing emphasis on identifying eco-friendly alternative energy sources. Diethyl ether (DEE) is considered one such additive fuel that can replace fossil fuels. In this study, DEE was synthesized through the reaction dehydration of ethanol using γ-alumina catalysts impregnated with chromium and cobalt. The dehydration of ethanol performed in a fixed bed reactor using Cr-Co/γ-Al2O3catalysts loading. The effect of metal ratio of Cr-Co was examined. Catalyst characterization was carried out using XRD, BET, and SEM-EDX analyses. The dehydration reaction was conducted in a fixed-bed reactor at temperatures 100 to 200 ºC, with nitrogen gas flowrates between 200 and 600 mL/min as the carrier gas. The findings revealed that the increase chromium contents, and the temperature were augmenting the diethyl ether yield. And the increase of nitrogen flow rate is slightly increasing the yield of DEE and conversion of ethanol. Copyright © 2024 by Authors, Published by BCREC Publishing Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).