Asti Mopadara
Universitas Tribuana Kalabahi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis kualitas madu tanah (Apis cerana) dari Desa Belemana Kecamatan Alor Timur Asti Mopadara; Faryda Koly
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p180-185

Abstract

Madu tanah merupakan istilah yang digunakan oleh masyarakat Alor untuk menyebut produk madu yang dihasilkan oleh lebah Apis cerana. Salah satu wilayah penghasil madu tanah terbanyak di Alor adalah Desa Belemana, Kecamatan Alor Timur. Pada umumnya, madu tanah lebih diminati oleh masyarakat Alor dibandingkan madu pohon (Apis dorsata). Selain karena madu tanah sudah mulai langka, harganya lebih mahal dibandingkan madu pohon karena dipercaya memiliki khasiat yang lebih unggul bagi kesehatan dan rasa yang lebih enak. Meskipun sudah dipasarkan langsung oleh petani madu secara konvensional, kualitas madu tanah, khususnya yang berasal dari Desa Belemana, belum pernah dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas madu tanah (Apis cerana) dari Desa Belemana, Kecamatan Alor Timur, berdasarkan parameter keasaman, kadar air, kadar abu, kadar glukosa, kadar fruktosa, kadar sukrosa, dan enzim diastase dengan beberapa metode analisis, yaitu metode DNS, Luff-Schoorl, Seliwanoff, dan Schade. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keasaman madu sebesar 3,80 mL NaOH/kg dan kadar air sebesar 15,52% telah memenuhi SNI 8664:2018. Namun, kadar abu sebesar 0,85% melebihi batas maksimal 0,5%. Kadar glukosa sebesar 14,08% dan kadar fruktosa sebesar 28,40% berada jauh di bawah standar gula pereduksi minimal 65%. Sementara itu, kadar sukrosa sebesar 5,74% masih berada dalam batas SNI (5–10%). Aktivitas enzim diastase sebesar 80,30 DN menunjukkan kualitas madu yang sangat baik karena tidak mengalami pemanasan berlebihan. Simpulan penelitian ini adalah madu tanah Desa Belemana memiliki kualitas baik pada parameter keasaman, kadar air, kadar sukrosa, dan aktivitas enzim diastase, tetapi tidak memenuhi standar pada kadar abu serta gula pereduksi (glukosa dan fruktosa).