Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Cost Stickiness terhadap Manajemen Laba dengan Corporate Governance sebagai Pemoderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2024 Intan Puspita Sari; Rizky Ridwan
Ebisma (Economics, Business, Management, & Accounting Journal) Vol. 6 No. 3 (2026): Economics, Business, Management, & Accounting Journal (Ebisma)
Publisher : Haka Vyza Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61083/ebisma.v6i3.305

Abstract

Sebagaimana kasus yang terjadi pada PT Indofarma Tbk dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk yang melibatkan transaksi fiktif serta penggelembungan aset, praktik manajemen laba masih menjadi persoalan umum pada perusahaan publik di Indonesia. Salah satu faktor pendorongnya diduga adalah cost stickiness, yaitu perilaku biaya asimetris di mana biaya lebih mudah naik saat aktivitas meningkat dibandingkan turun saat aktivitas menurun. Cost stickiness yang tinggi cenderung menurunkan laba, sehingga mendorong manajemen melakukan manipulasi laba. Namun, pengawasan tata kelola perusahaan yang efektif diperkirakan dapat memitigasi hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh cost stickiness terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024, serta peran komisaris independen dan kepemilikan institusional sebagai variabel pemoderasi. Mengggunakan teknik purposive sampling, pendekatan kuantitatif ini menganalisis 30 perusahaan dengan 150 observasi. Manajemen laba diukur melalui discretionary accruals (Modified Jones Model), cost stickiness menggunakan model Anderson, Banker, dan Janakiraman, sementara corporate governance diukur berdasarkan rasio komposisi dan kepemilikan saham. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA) melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cost stickiness berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan komisaris independen dan kepemilikan institusional terbukti memperlemah hubungan positif tersebut secara signifikan. Temuan ini memperkuat teori keagenan dan menunjukkan bahwa implementasi corporate governance yang efektif berkontribusi menekan praktik manajemen laba akibat perilaku cost stickiness.