Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Sistem Milk Run Untuk Mengurangi Emisi Gas Buang Menggunakan Metode Vehicle Routing Problem Pada Industri Otomotif Heri Erdana; Tri Ngudi Wiyatno; Firda Anisah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2196

Abstract

Aktivitas distribusi material di PT XYZ pada kondisi eksisting umumnya menerapkan sistem pengiriman langsung (Single Delivery), di mana setiap armada truk hanya melayani satu titik supplier menuju lokasi tujuan (Plant 1 atau Plant 2) dalam satu kali perjalanan. Pola ini menyebabkan rendahnya utilitas kapasitas kendaraan serta tingginya biaya operasional dan volume emisi gas buang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengiriman Milk-Run menggunakan pendekatan Vehicle Routing Problem (VRP) guna menemukan rute distribusi yang lebih efisien (solusi heuristik), memangkas jarak tempuh, menekan biaya transportasi, serta mengurangi emisi gas buang CO₂. Pendekatan algoritma Nearest Insert dan Nearest Neighbor digunakan untuk menentukan urutan kunjungan supplier dengan tetap memperhatikan batasan kapasitas kendaraan (Capacity Constraints). Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan metode Milk-Run berpotensi mengonsolidasikan rute pengiriman lintas plant secara efektif. Berdasarkan perbandingan kinerja, rute usulan mampu mengurangi jumlah kebutuhan armada truk dari 184 truk menjadi 92 truk per bulan (efisiensi 50,00%), memangkas total jarak tempuh dari 9.638,00 km menjadi 5.058,20 km per bulan (penurunan 47,52%), serta menekan konsumsi bahan bakar solar dari 1.721,86 liter menjadi 1.044,03 liter per bulan (penurunan 39,37%). Selain itu, efisiensi ini berdampak langsung pada penurunan volume emisi gas buang CO₂ sebesar 1.731,11 kg CO₂ per bulan (dari 4.529,11 kg CO₂ menjadi 2.798,00 kg CO₂, atau turun 38,22%) serta menghemat total biaya operasional transportasi perusahaan dari Rp294.111.744,00 menjadi Rp207.000.000,00 per bulan (penghematan sebesar Rp87.111.744,00 atau 29,62%).