Firre An Suprapto
Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Program Padat Karya Dalam Mendukung Pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) Di Kota Surabaya Arif Setyawan; Igrea Kaban; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis Vol 8 No 2 (2026): September
Publisher : LPPM STIA Lancang Kuning Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36917/h3mms048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Padat Karya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 1 (Tanpa Kemiskinan) di Kota Surabaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya permasalahan kemiskinan dan pengangguran meskipun menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi terhadap data statistik, dokumen kebijakan, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi berdasarkan model implementasi kebijakan yang menekankan kesesuaian antara program, organisasi pelaksana, dan kelompok sasaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Padat Karya berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi produktif. Namun demikian, efektivitas program masih terbatas karena lebih berfungsi sebagai stimulus ekonomi jangka pendek dan belum sepenuhnya mengatasi penyebab struktural kemiskinan. Selain itu, keterbatasan anggaran, akses pasar, dan keberlanjutan usaha masyarakat masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program.Kesimpulannya, Program Padat Karya dapat dikatakan cukup efektif dalam mendukung pencapaian SDGs 1, tetapi belum optimal. Diperlukan penguatan integrasi kebijakan serta keberlanjutan program agar dampaknya dapat lebih maksimal.