Rusiani, Rusiani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ekowisata Di Resort Wonolelo, Taman Nasional Gunung Merbabu: Tantangan dan Strategi Rusiani, Rusiani
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 1 (2018): JPWK Vol 14 No 1 March 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.542 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v14i1.17732

Abstract

Sebagai upaya untuk melindungi wilayah Resort Wonolelo dari tekanan masyarakat daerah penyangga akan sumber daya alam di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, dapat dilakukan pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan ekowisata. Namun, tantangan dan strategi pemberdayaan masyarakat daerah penyangga melalui ekowisata di Resort Wonolelo belum diketahui, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan strategi pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata di Resort Wonolelo berdasarkan persepsi, motivasi, dan preferensi masyarakat. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan observasi. Penentuan informan dilakukan secara purposive pada masyarakat di sekitar Resort Wonolelo dengan metode snowballing sebanyak 19 orang. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan pemberdayaan masyarakat daerah penyangga melalui ekowisata berupa kurangnya perlindungan sumber daya alam dan payung hukum pengembangan ekowisata; kurangnya kapasitas masyarakat; serta kurangnya koordinasi, peran, dan kemitraan antarinstansi Pemerintah, swasta, dan stakeholder lainnya. Strategi pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan meliputi: a) perlindungan sumber daya alam dan pengesahan payung hukum pengelolaan ekowisata melalui pemberlakuan kuota pengunjung dan zonning system, pengesahan legalitas jalur pendakian Suwanting, serta penetapan Peraturan Desa hasil penerimaan jasa pengelolaan ekowisata; b) penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan-pelatihan, pendampingan, studi banding, pemberian bantuan usaha, dukungan pemasaran, dan pembentukan Pokdarwis; serta c) peningkatan kemitraan antarinstansi Pemerintah, swasta, dan stakeholder lainnya terutama dalam penyediaan sarana prasarana, peningkatan kapasitas masyarakat, dan pemasaran.