Viola ola
Poltekkes Politeknik Kesehatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Pneumonia di RSUD Inche Abdoel Moeis Viola ola; Rivan Firdaus; Rahmawati Shoufiah
Afiyatun Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 4 (2026): September
Publisher : PT. Edukasi Ahmad Kirang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan kondisi inflamasi akibat infeksi yang menyerang saluran pernapasan, ditandai dengan gejala seperti batuk dan kesulitan bernapas. Kondisi ini disebabkan oleh agen infeksi, termasuk virus, bakteri, mikoplasma (jamur), serta paparan zat lain yang dapat menyebabkan penumpukan cairan dan sekret di paru-paru. Secara global, sekitar 450 juta orang mengalami pneumonia setiap tahun, termasuk orang dewasa. Pada pasien pneumonia, penumpukan sekret yang berlebihan dapat menyebabkan obstruksi jalan napas dan menimbulkan masalah keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan pneumonia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien pneumonia yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif. Metode yang digunakan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Ny. J mengalami sesak napas disertai batuk berdahak dan kesulitan mengeluarkan sputum, terdengar suara napas tambahan berupa ronki, frekuensi pernapasan 28 kali/menit, dan SpO₂ 90%. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan risiko defisit nutrisi. Intervensi keperawatan dilaksanakan sesuai dengan rencana asuhan keperawatan. Pada hari ketiga, pasien menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengeluarkan sputum, suara ronki sudah tidak terdengar, dan sesak napas mengalami penurunan. Kesimpulan: Fisioterapi dada dapat membantu mengurangi penumpukan sekret, mempermudah pengeluaran sputum, dan meningkatkan fungsi pernapasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi tambahan dalam praktik keperawatan untuk penatalaksanaan pasien dengan pneumonia.