Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cerdas Cermat Berbasis Kahoot! sebagai Sarana Pengenalan Game Based Learning bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Banyumudal Salsabila Azzahrah; Agyztia Premana; Laelia Nurpratiwiningsih
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4268

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang yang luas dalam dunia pendidikan, termasuk melalui penerapan media pembelajaran berbasis permainan (game-based learning). Meskipun demikian, penggunaan gawai oleh siswa sekolah dasar masih cenderung terbatas pada aktivitas hiburan, sehingga pemanfaatannya sebagai sarana pembelajaran interaktif belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep game-based learning kepada siswa sekolah dasar melalui penggunaan Kahoot sebagai media pembelajaran interaktif dalam kegiatan cerdas cermat kelompok, serta mendorong peningkatan minat, motivasi belajar, kemampuan berpikir cepat, kerja sama, dan keaktifan siswa. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas lima tahapan, yaitu sosialisasi dan perizinan, pendataan serta pembentukan kelompok, pelaksanaan pretest, simulasi kuis kelompok menggunakan Kahoot, dan lomba cerdas cermat berbasis Kahoot yang dilanjutkan dengan posttest, pengumuman pemenang, serta pemberian penghargaan. Kegiatan ini melibatkan 21 siswa kelas II hingga VI sekolah dasar di Desa Banyumudal Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, khususnya di lingkungan RT 02/RW 03. Berdasarkan hasil kegiatan, nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dari 61,43 pada pretest menjadi 84,29 pada posttest, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 38% menjadi 100%. Seluruh peserta juga mampu menggunakan Kahoot pada tingkat dasar dan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, penerapan game-based learning berbantuan Kahoot dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital secara positif kepada siswa sekolah dasar di Desa Banyumudal.
Storytelling Kisah Islami sebagai Upaya Pendampingan Literasi Anak Sekolah Dasar di Desa Banyumudal Raihani Maulida; Agyztia Premana; Robert Rizki Yono
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4272

Abstract

Program pengabdian ini berangkat dari permasalahan rendahnya kemampuan literasi anak usia sekolah dasar di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, khususnya pada aspek menyimak dan bercerita ulang. Kegiatan bertujuan meningkatkan kemampuan menyimak dan bercerita ulang anak melalui metode storytelling dengan mengangkat kisah keteladanan sahabat Nabi, yaitu Utsman bin Affan dan Umar bin Khattab, yang disesuaikan dengan karakter masyarakat setempat yang religius. Kegiatan diikuti oleh 21 anak usia sekolah dasar dari kelas 2 hingga kelas 6, dilaksanakan melalui dua sesi storytelling yang disampaikan secara ekspresif melalui intonasi, mimik, dan gestur, diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest berbentuk soal pilihan ganda. Evaluasi kemampuan bercerita ulang dilakukan secara observasional terhadap tujuh anak yang secara sukarela tampil menceritakan kembali salah satu kisah di depan teman-temannya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman menyimak anak dari hasil pretest ke posttest, serta perbedaan kualitas yang cukup terlihat pada praktik bercerita ulang: tiga dari tujuh anak mampu menceritakan kembali kisah secara runtut, detail, dan menggunakan bahasa sendiri, sementara empat anak lainnya masih cenderung membaca ulang atau memparafrasekan cerita secara minimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa storytelling kisah Islami menguatkan kemampuan menyimak anak, namun kemampuan memproduksi kembali cerita secara lisan masih bervariasi dan memerlukan penguatan lebih lanjut, khususnya melalui latihan yang lebih terstruktur dan instrumen penilaian bercerita ulang yang lebih terukur.