Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya kesenjangan kemampuan literasi dasar dan literasi keagamaan pada sebagian siswa sekolah dasar di Desa Muara Talang. Permasalahan tersebut terlihat dari masih adanya siswa kelas tinggi yang mengalami kesulitan membaca, mengeja, membaca tulisan bersambung, serta mengenali huruf dan kata. Selain itu, ditemukan pula kesenjangan antara tingkat pembelajaran Al-Qur’an dengan kemampuan membaca yang dikuasai, seperti kesulitan mengenali huruf hijaiyah, harakat, dan membedakan panjang-pendek bacaan. Pada aspek keagamaan, sebagian siswa juga belum menguasai pengetahuan dasar tentang salat, meliputi nama salat wajib, jumlah rakaat, waktu pelaksanaan, bacaan salat, takbiratul ihram, dan doa setelah berwudu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kemampuan literasi dasar, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta pengetahuan dasar ibadah siswa sekolah dasar di Desa Muara Talang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan tes sederhana terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara jenjang pendidikan yang ditempuh dengan penguasaan kompetensi dasar pada sebagian siswa. Tingkat kelas maupun tingkat pembelajaran Al-Qur’an yang telah dicapai belum selalu mencerminkan penguasaan kemampuan secara aktual. Temuan juga menunjukkan bahwa kemampuan akademik umum dan pengetahuan keagamaan tidak selalu berkembang secara bersamaan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemetaan kemampuan secara berkala, pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, pembiasaan belajar, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, guru mengaji, dan masyarakat. Dengan demikian, permasalahan literasi dan literasi keagamaan perlu dipahami sebagai fenomena pendidikan yang memerlukan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan, bukan semata-mata sebagai kelemahan individu siswa. Kata Kunci: : literasi dasar, membaca Al-Qur’an, literasi keagamaan, siswa sekolah dasar, Desa Muara Talang