Eko Bagus Santoso
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Akses Fasilitas Sekolah di Berbagai Provinsi di Indonesia: Analisis Ketimpangan Berdasarkan Data Potensi Desa (PODES) 2024 Eko Bagus Santoso; Agnesia Mensa Sem
JINTACT: Journal of Interactive Communicaton, Public Relations and Broadcasting Vol. 2 No. 2 (2026): JINTACT: Journal of Interactive Communication, Public Relations, and Broadcasti
Publisher : Pena Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketimpangan pendidikan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan pendidikan di Indonesia. Distribusi fasilitas pendidikan yang belum merata antardaerah menyebabkan perbedaan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas, terutama antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketimpangan akses fasilitas pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi di seluruh provinsi di Indonesia berdasarkan data Potensi Desa (PODES) Tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif serta pengukuran Indeks Gini untuk mengidentifikasi tingkat ketimpangan distribusi fasilitas pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada setiap jenjang pendidikan. Provinsi Jawa Timur memiliki jumlah desa dengan fasilitas Sekolah Dasar terbanyak, sedangkan DKI Jakarta memiliki jumlah paling sedikit. Pada jenjang Perguruan Tinggi, ketimpangan semakin tinggi dengan Jawa Barat memiliki akses terbanyak, sementara Papua menjadi provinsi dengan akses terendah. Nilai Indeks Gini meningkat dari 0,35 pada jenjang Sekolah Dasar menjadi 0,68 pada jenjang Perguruan Tinggi, yang menunjukkan peningkatan ketimpangan dari kategori rendah menjadi sangat tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan afirmatif berbasis data guna mewujudkan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.