Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prediksi Financial distress Menggunakan Model Altman Z-Score dan Springate S-Score pada PT Matahari Putra Prima Tbk Harva Quarratuain; Kevin Yosia Hondo; Arlina Pratiwi Purba
Journal of Management Education Social Sciences InformationĀ andĀ Religion Vol. 3 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i2.9234

Abstract

Sektor ritel saat ini menghadapi tantangan berat akibat pergeseran minat belanja masyarakat ke e-commerce, yang menyebabkan penurunan kinerja keuangan secara signifikan pada PT Matahari Putra Prima Tbk hingga mengalami kerugian berturut-turut serta kondisi modal kerja negatif, sehingga mengindikasikan adanya potensi kesulitan keuangan. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi financial distress pada PT Matahari Putra Prima Tbk periode 2021-2025 menggunakan model Altman Z-Score Modifikasi dan Springate S-Score. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan data laporan keuangan sekunder berupa laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi PT Matahari Putra Prima Tbk periode 2021-2025 yang diperoleh melalui situs resmi perusahaan https://mppa.co.id. Pemilihan model Altman Z-Score Modifikasi dan Springate S-Score didasarkan pada tingkat akurasinya yang tinggi dalam mengidentifikasi kondisi keuangan dan fleksibilitasnya untuk diterapkan pada perusahaan non-manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai Altman Z-Score sebesar (3,18449), yaitu berada di bawah nilai cut-off Z<1,1, dan rata-rata nilai Springate S-Score sebesar 0,47156, berada dibawah nilai cut-off S < 0,862. Keberadaan PT Matahari Putra Prima Tbk yang secara konsisten tertahan di zona distress mengindikasikan ancaman krisis keuangan akut yang dapat berujung pada kebangkrutan, sehingga pemulihan struktur permodalan dan efisiensi operasional menjadi hal yang mutlak dilakukan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas sampel perusahaan serta menambahkan model prediksi financial distress lain agar diperoleh hasil analisis yang lebih komprehensif.