Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi pengendalian tuberkulosis paru melalui pendekatan keluarga di puskesmas: Studi kasus Pesanggaran (Optimization of pulmonary tuberculosis control through a family-based approach at community health centers: A case study in Pesanggaran) Lilik Djuari; Ryan Sedjati Prakuswo; Eukesh Kumar Krishna Kumar; Edi Nurcahyo Safii; Komang Heru Setiawan; Abdullah Machin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 15 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v15i2.2804

Abstract

A family-based approach has emerged as an important strategy for enhancing pulmonary tuberculosis (TB) control at the primary health care level. Objective: To examine the optimization of pulmonary tuberculosis control through a family-centered approach in the working area of Pesanggaran Primary Health Care, Banyuwangi. Methods: Data were collected through interviews, home observations, and assessments of environmental risk factors, health behaviors, and family support. The interventions provided included health education, improving medication adherence, improving home ventilation, and involving family members as treatment supporters (medication-taking supervisors/PMOs). Results: The results showed that a family-based approach was able to improve patients’ and families’ understanding of tuberculosis (TB), enhance treatment adherence, and reduce the risk factors for transmission within the home environment. Optimal family support contributed to treatment success and the prevention of complications. Conclusion: A family-based approach is effective in optimizing the control of pulmonary tuberculosis at the primary healthcare level. Integration of this approach into community health center (puskesmas) programs should be strengthened as a comprehensive strategy for TB control in the community. Keywords: family-centered approach, primary health care, pulmonary tuberculosis, treatment adherence
DETERMINAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN PADA KASUS LIMFADENITIS TUBERKULOSIS: PENDEKATAN FAMILY-CENTERED CARE DI LAYANAN PRIMER: SOCIAL AND ENVIRONMENTAL DETERMINANTS IN A CASE OF TUBERCULOUS LYMPHADENITIS: A FAMILY-CENTERED CARE APPROACH IN PRIMARY HEALTHCARE Lilik Djuari; Raihanette Amirasanti Fepiosardi; Theresa Josephina Angelin; Edi Nurcahyo Safii; Komang Heru Setiawan; Abdullah Machin
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 15 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v15i2.1359

Abstract

Limfadenitis tuberkulosis merupakan salah satu bentuk tuberkulosis ekstraparu yang masih menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan primer, terutama karena keterkaitannya dengan determinan sosial dan lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam kejadian limfadenitis tuberkulosis serta implementasi pendekatan family-centered care dalam penatalaksanaannya. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada seorang perempuan usia 33 tahun dengan diagnosis limfadenitis tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas. Data diperoleh melalui anamnesis komprehensif, pemeriksaan fisik, penilaian keluarga menggunakan instrumen Family APGAR dan SCREEM, serta evaluasi kondisi lingkungan rumah. Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko utama meliputi riwayat tuberkulosis sebelumnya, kontak erat dengan penderita tuberkulosis, kondisi sosial ekonomi rendah, tidak adanya jaminan kesehatan, serta lingkungan rumah yang belum memenuhi kriteria sehat. Intervensi dilakukan secara komprehensif meliputi aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dengan melibatkan keluarga sebagai pendukung utama kepatuhan pengobatan. Pendekatan ini dilaporkan adanya peningkatan pemahaman pasien dan keluarga terhadap penyakit, serta mendukung keberlangsungan terapi. Studi ini menegaskan bahwa pengendalian tuberkulosis tidak hanya bergantung pada terapi medis, tetapi juga memerlukan intervensi berbasis keluarga dan perbaikan determinan sosial serta lingkungan. Pendekatan family-centered care di layanan primer berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien.