Nour Khalid
STAI Darussalam Kunir, Subang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Green Sukuk Dalam Peningkatan Pasar Modal Syariah Di Indonesia (Analisis Data Tahun 2025) Aisah Aisah; Nour Khalid
Persya: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 4 No. 2 (2026): September - Februari
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/persya.v4i2.411

Abstract

Pasar modal syariah di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan, salah satunya didorong oleh inovasi instrumen keuangan berkelanjutan seperti green sukuk (sukuk hijau). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dampak penerbitan green sukuk terhadap peningkatan kinerja dan daya saing pasar modal syariah nasional, dengan memfokuskan kajian pada data empiris, capaian makroekonomi, dan kerangka regulasi sepanjang tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data utama mencakup laporan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2025, publikasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, laporan London Stock Exchange Group (LSEG), serta telaah literatur akademik mutakhir. Hasil analisis membuktikan bahwa penerbitan green sukuk, baik pada level korporasi maupun sovereign (ritel dan global), secara konsisten mampu memperluas basis investor domestik, khususnya menarik ceruk pasar dari generasi milenial dan Gen Z yang sadar akan isu lingkungan. Lebih jauh, instrumen ini berkontribusi secara empiris terhadap peningkatan kapitalisasi pasar modal syariah, memicu diversifikasi portofolio investasi institusional berprinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), serta mempercepat penyediaan pembiayaan riil bagi proyek infrastruktur hijau. Tingginya minat dan fenomena oversubscription terhadap green sukuk tidak hanya mengukuhkan posisi Indonesia sebagai benchmark issuer di lanskap keuangan Islam internasional, tetapi juga mempertegas resiliensi pasar modal syariah di tengah volatilitas ekonomi global 2025, sekaligus menyelaraskan agenda pertumbuhan ekonomi nasional dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).