Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INOVASI FERMENTASI LIMBAH TEMPE SEBAGAI PROBIOTIC-ENRICHED FEED DALAM MODEL PEMBERDAYAAN UMKM TEMPE DAN PETERNAK BERBASIS KEBERLANJUTAN USAHA Ahadiah Agustina; Abdul Wahab; Suhairin Suhairin; Ageska Nugroho; Baiq Andini
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41972

Abstract

ABSTRAKUMKM Tempe De Batur menghasilkan limbah padat berbasis residu kedelai yang belum dimanfaatkan secara optimal, sedangkan kelompok Ternak De Solah membutuhkan alternatif bahan pakan yang mudah diperoleh dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam mengolah limbah tempe menjadi pakan fermentasi yang diperkaya starter Lactiplantibacillus plantarum, sekaligus memperkuat manajemen usaha dan digitalisasi pemasaran. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi dan persiapan, sosialisasi dan penyuluhan, workshop dan praktik, pendampingan pemanfaatan produk, penguatan manajemen usaha dan digitalisasi, serta evaluasi. Sebanyak 20 peserta dari dua kelompok mitra terlibat dalam kegiatan. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan, lembar observasi keterampilan, penilaian produk, evaluasi manajemen usaha, evaluasi digitalisasi, dan kuesioner respons peserta. Hasil menunjukkan pengetahuan meningkat dari 44,3% menjadi 87,5% atau sebesar 43,2%; keterampilan praktik meningkat dari 35,0% menjadi 87,7% atau sebesar 52,7%; kemampuan manajemen usaha meningkat sebesar 53,8%; dan kemampuan digitalisasi pemasaran meningkat sebesar 60,0%. Kegiatan menghasilkan pakan fermentasi, penguatan identitas dan kemasan produk, serta model kolaborasi UMKM-peternak berbasis ekonomi sirkular. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi fermentasi, penguatan kapasitas usaha, dan digitalisasi dapat mendukung pemanfaatan limbah serta keberlanjutan usaha mitra, meskipun kualitas nutrisi dan keamanan pakan masih memerlukan pengujian laboratorium.Kata kunci: Limbah Tempe; Pakan Fermentasi; Lactiplantibacillus Plantarum; Pemberdayaan UMKM; Ekonomi Sirkular. ABSTRACTTempeh MSME De Batur generates solid residues from soybean processing that have not been optimally utilized, while the Ternak De Solah farmer group needs accessible and sustainable alternative feed resources. This community engagement program aimed to strengthen partners’ capacity to process tempeh residues into fermented feed enriched with Lactiplantibacillus plantarum starter while improving business management and digital marketing capabilities. The implementation consisted of identification and preparation, socialization and counseling, workshops and practical training, product utilization mentoring, business management and digitalization strengthening, and evaluation. A total of 20 participants from the two partner groups were involved. Evaluation instruments included pre- and post-tests of knowledge, skill-observation sheets, product assessment, business-management assessment, digitalization assessment, and participant-response questionnaires. The results showed that knowledge increased from 44.3% to 87.5%, representing a 43.2% increase; practical skills increased from 35.0% to 87.7%, representing a 52.7% increase; business-management capacity increased by 53.8%; and digital-marketing capacity increased by 60.0%. The program produced fermented feed, strengthened product identity and packaging, and established an MSME–farmer collaboration model based on a circular-economy approach. These findings indicate that integrating fermentation technology, business-capacity strengthening, and digitalization can support waste utilization and partner-business sustainability, although nutritional quality and feed safety still require laboratory testing.Keywords: Tempeh Waste; Fermented Feed; Lactiplantibacillus Plantarum; MSME Empowerment; Circular Economy.