ABSTRAKPersoalan sampah plastik di Kota Semarang terus meningkat, sementara pemanfaatan bank sampah belum optimal dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Ikhsaniyah belum memiliki program pengelolaan sampah maupun sumber pemberdayaan ekonomi bagi anak asuhnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan sampah plastik melalui kolaborasi Bank Sampah Resik Becik dan LKSA Al-Ikhsaniyah dalam bentuk pelatihan pembuatan kerajinan gantungan kunci berbahan limbah plastik sekaligus penguatan literasi keuangan usaha bagi para santri. Metode yang digunakan adalah Pelatihan dan Pendampingan Berbasis Partisipatif, meliputi tahap persiapan, pengenalan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan 20 anak asuh tingkat sekolah dasar hingga menengah pertama serta seorang praktisi UMKM sebagai pendamping teknis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman santri pada aspek pengetahuan sumber bahan baku, keterampilan membuat kerajinan, literasi keuangan usaha, dan pengelolaan arus kas sederhana, sebagaimana tercermin dari perbandingan hasil pre-test dan post-test. Secara kuantitatif, proporsi peserta yang masih mencampurkan keuangan pribadi dan usaha turun dari 90% sebelum pelatihan menjadi 0% (seluruh peserta berkomitmen memisahkan keuangan) setelah pelatihan, sementara kesadaran akan risiko kerugian pada sekitar 70% produk akibat komponen biaya nonbahan baku yang belum diperhitungkan turut meningkat. Santri mampu mempraktikkan perhitungan harga pokok produksi, penentuan harga jual, dan penyusunan laporan laba/rugi sederhana. Kegiatan ini merekomendasikan penguatan kemitraan berkelanjutan antara bank sampah dan LKSA sebagai model pemberdayaan berbasis smart recycling yang dapat direplikasi pada lembaga sosial serupa di wilayah lain.Kata kunci: Sampah plastik; Bank sampah; Smart recycling; Literasi keuangan; Pemberdayaan santri. ABSTRACTThe increasing volume of plastic waste in Semarang City has not been matched by optimal use of waste banks, while the Al-Ikhsaniyah Child Welfare Institution (LKSA) still lacks a waste management program and adequate sources of economic empowerment for its foster children. This community service activity aims to optimize plastic waste management through collaboration between Resik Becik Waste Bank and LKSA Al-Ikhsaniyah in the form of training on making keychain crafts from plastic waste, combined with strengthening business financial literacy among the santri. The method applied was Participatory Training and Mentoring, consisting of preparation, introduction, socialization, implementation, and evaluation stages, involving 20 foster children from elementary to junior high school level and a practitioner as technical mentor. The results show improved understanding among participants in raw material sourcing, craft-making skills, business financial literacy, and simple cash-flow management, as reflected in the pre-test and post-test comparison. Participants were able to calculate production cost, determine selling price, and prepare a simple profit-loss statement for the crafts produced. This activity recommends strengthening a sustainable partnership between the waste bank and the LKSA as a replicable smart-recycling empowerment model for similar social institutions elsewhere.Keywords: Plastic waste; Waste bank; Smart recycling; Financial literacy; Santri empowerment.