Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat sebagai Media Tanam untuk Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Di Desa Rakadua Kecamatan Poleang Barat Barra, Johanes; Ismail, Fatimah Azzah; Zulfikar, Zulfikar; M, Annisa Ditanova; Misda, Andi; Kamur, Zefri; Ramadhani, Rezky; Sakira, Putri Ananda; Astika, Mery; Putri, Amelia; Radaeni, Radaeni; Irwansyah, Salsabilla; Syaiful, Muhammad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6650

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman praktik kepada masyarakat Desa Rakadua Kecamatan Poleang Barat dalam memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat sebagai media tanam. Permasalahan yang ditemukan adalah sabut kelapa yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat masih banyak dibiarkan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan praktik langsung melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan pemanfaatan. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Agustus dengan melibatkan masyarakat Desa Rakadua. Tahap sosialisasi memberikan informasi mengenai potensi sabut kelapa dan manfaat cocopeat. Tahap pelatihan dilakukan melalui praktik pengolahan sabut kelapa yang meliputi pemisahan, penghalusan, pencucian, penyaringan, dan pengeringan. Selanjutnya, cocopeat yang dihasilkan diperkenalkan dan dipraktikkan sebagai media tanam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mengikuti kegiatan dengan respons positif dan antusias. Peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai tahapan pengolahan sabut kelapa dan cara memanfaatkan cocopeat sebagai media tanam. Namun, kegiatan ini belum menggunakan instrumen kuantitatif untuk mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, produktivitas, atau dampak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, hasil kegiatan dibatasi pada capaian proses berupa keterlibatan peserta, pengalaman praktik, dan pemahaman penggunaan cocopeat. Training on Utilizing Coconut Husk Waste to Produce Cocopeat as A Growing Medium in Rakadua Village, West Poleang District Abstract This community service activity aimed to provide the residents of Rakadua Village, West Poleang District, with knowledge and practical experience in converting coconut husk waste into cocopeat for use as a planting medium. The issue identified was that coconut husks generated by community activities were largely left unused and not optimally utilized. The implementation employed an educational and hands-on approach across three stages: outreach, training, and application. The activity took place on August 19, involving the local community of Rakadua Village. The outreach stage provided information on the potential of coconut husks and the benefits of cocopeat. The training stage involved hands-on processing of coconut husks, covering separation, grinding, washing, sieving, and drying. Subsequently, the resulting cocopeat was introduced and demonstrated as a planting medium. The results indicated a positive and enthusiastic response from the community. Participants gained direct experience regarding the coconut husk processing stages and methods for utilizing cocopeat as a planting medium. However, this activity did not employ quantitative instruments to measure changes in knowledge, skills, productivity, or economic impact on the community. Consequently, the results are limited to process-related achievements, specifically participant engagement, practical experience, and an understanding of cocopeat usage.