Baharuddin Baharuddin
Universitas Tamalatea Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENDAPATAN ASUPAN ZAT GIZI DAN JUMLAH ANAK DENGAN RISIKO KEK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULUROKENG MAKASSAR Nurainun Nurainun; Baharuddin Baharuddin; Akmal Novrian Syahruddin
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 3 (2026): Vol. 2 No. 3 September 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i3.114

Abstract

Masalah Kurang energi kronis atau biasa disingkat KEK pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi di negara berkembang. KEK pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi saat kehamilan, persalinan serta berdampak pada pertumbuhan janin. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional Study. Studi dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Bulurokeng Kota Makassar. sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 responden dipilih menggunakan Simple Rundom Sampling. Data karakteristik responden, pendapatan dengan jumlah anak diukur menggunakan kuesioner terstruktur, asupan zat gizi diukur menggunakan Food Recall 2 X 24 H, dan pengukuran KEK diukur menggunakan pita LILA. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05.Hasil penelitian ditemukan terdapat 25,8% responden yang berisiko KEK. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan zat gizi (ρ=<0,001), dan jumlah anak (ρ=<0,001) dengan kejadian KEK. Adapun pendapatan (ρ=1,000), ditemukan tidak berhubungan dengan kejadian KEK.Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendapatan, sementara ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi dan jumlah anak dengan risiko kurang energi kronis. Diharapkan ibu hamil rutin memeriksakan kesehatan, mengikuti kegiatan posyandu atau kelas ibu hamil. Mengelola pendapatan keluarga secara bijaksana dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pangan bergizi, serta memanfaatkan bahan pangan yang bergizi dan terjangkau.