Etik Dwi Maharti
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONFLIK SOSIAL ANTARA NORMA MAYORITAS DAN IDENTITAS MINORITAS MUSLIM DALAM NOVEL LANGIT GORYEO KARYA BERLIANA KIMBERLY: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA PERSPEKTIF PIERRE BOURDIEU Etik Dwi Maharti; M. Ridlwan; Suher Suher
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i4.15744

Abstract

ABSTRACT Social conflict between majority norms and Muslim minority identity in literary works can reveal how individual beliefs encounter dominant social rules. This study analyzes the representation of such conflict and the relationship between habitus, field, capital, and symbolic power in shaping the position of characters in Berliana Kimberly’s novel Langit Goryeo. The study employs a qualitative descriptive approach, using the novel as the data source and collecting data in the form of words, phrases, sentences, dialogues, and narratives related to social conflict and identity negotiation. Data were collected through documentation and note-taking, while the analysis involved data reduction, classification, interpretation, and conclusion drawing. Analysis of six main data units revealed four prominent forms of conflict: tensions surrounding religious practices in social interactions, restrictions on interactions based on religious beliefs, family conflict concerning marital choices, and clashes over values related to family and descendants. Conflict emerges when the character’s religious habitus encounters a social field governed by different norms, while support from the Muslim community serves as social capital for maintaining identity. Identity negotiation occurs through rejecting practices that contradict religious beliefs, adjusting to social relationships, and participating in the Muslim community. These findings are limited to the social representation constructed within a single novel. ABSTRACT Konflik sosial antara norma mayoritas dan identitas minoritas Muslim dalam karya sastra dapat memperlihatkan bagaimana keyakinan individu berhadapan dengan aturan sosial yang dominan. Penelitian ini menganalisis representasi konflik tersebut serta hubungan antara habitus, arena, modal, dan kekuasaan simbolik yang membentuk posisi tokoh dalam novel Langit Goryeo karya Berliana Kimberly. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa novel dan data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, serta narasi yang berkaitan dengan konflik sosial dan negosiasi identitas. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan, sedangkan analisis mencakup reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian terhadap enam data utama memperlihatkan empat bentuk konflik yang menonjol, yaitu pertentangan praktik keagamaan dalam pergaulan, pembatasan interaksi berdasarkan keyakinan, konflik keluarga terkait pilihan perkawinan, dan benturan nilai mengenai keluarga serta keturunan. Konflik muncul ketika habitus religius tokoh berhadapan dengan arena sosial yang menetapkan norma berbeda, sementara dukungan komunitas Muslim menjadi sumber modal sosial bagi pemertahanan identitas. Negosiasi identitas berlangsung melalui penolakan terhadap praktik yang bertentangan dengan keyakinan, penyesuaian dalam relasi sosial, dan keterlibatan dalam komunitas Muslim. Temuan ini terbatas pada representasi sosial dalam satu novel.