Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana Bagi Guru Sekolah Dasar di Desa Trans Aliaga UB V Arfin Hasibuan; Irsan Ependi Harahap; Nurlayla Siregar; Elmi Siregar; Pitriani Nasution; Irma Yulistina; Nur Diani Harahap; Taat Rajin Ramadan Pasaribu
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 3 (2026): December (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i3.1262

Abstract

Ketersediaan dan pemanfaatan media pembelajaran yang sederhana, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pembelajaran matematika di sekolah dasar. Namun, dalam praktiknya, guru masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan media pembelajaran yang mudah dibuat, ekonomis, dan dapat digunakan secara interaktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada guru sekolah dasar dalam membuat dan mengembangkan media pembelajaran matematika sederhana berupa Kincir Penjumlahan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Trans Aliaga UB V dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi terhadap aktivitas peserta selama pelatihan, diskusi dengan peserta, dokumentasi kegiatan, serta pengamatan terhadap proses pembuatan dan hasil media yang dikembangkan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi dan pengenalan media, demonstrasi pembuatan, praktik secara langsung, pendampingan, serta penyelesaian produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat secara langsung dalam setiap tahapan pelatihan, mulai dari memahami konsep media, menyiapkan bahan dan alat, mengikuti demonstrasi, hingga mempraktikkan pembuatan Kincir Penjumlahan. Pendampingan selama praktik memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi, mengajukan pertanyaan, memperbaiki bagian media yang belum sesuai, dan menyelesaikan produk secara bertahap. Produk akhir yang dihasilkan berupa media Kincir Penjumlahan yang dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk materi penjumlahan pada sekolah dasar. Media tersebut memiliki bentuk sederhana dan dapat dimodifikasi oleh guru berdasarkan bilangan, tingkat kesulitan, serta kebutuhan pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini menghasilkan luaran berupa media pembelajaran matematika sederhana sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada guru dalam merancang dan membuat media pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Kegiatan lanjutan diperlukan untuk menguji penggunaan media secara langsung kepada peserta didik melalui pengukuran hasil belajar, aktivitas, motivasi, dan respons siswa sehingga efektivitas Kincir Penjumlahan dapat diketahui secara lebih objektif.