Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KINERJA BANK SAMPAH UNIT DI KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG MENGGUNAKAN ANALISIS MASS BALANCE, OEE, DAN INDEKS ELASTISITAS Izzah Vitaloca; Dwi Ermawati Rahayu; Yunianto Setiawan; Krispinus Duma; Sri Wahyuningsih
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27643

Abstract

Bank Sampah Unit (BSU) merupakan salah satu strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berperan dalam mengurangi timbulan sampah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja BSU di Kecamatan Samarinda Seberang dengan menggunakan tiga pendekatan utama, yaitu Indeks Elastisitas (E) untuk menilai efisiensi, analisis mass balance untuk menghitung besaran reduksi sampah, serta Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur efektivitas operasional bank sampah. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda 2025 dan wawancara pengelola BSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi BSU secara keseluruhan dari 5 BSU hanya satu yang memiliki tingkat efisiensi tinggi sedangkan 4 BSU lain masih dalam kategori rendah. Analisis mass balance memperlihatkan bahwa potensi timbulan sampah tahunan mencapai 5.052.768 kg/tahun namun jumlah yang berhasil direduksi masih sangat kecil yaitu 9.554,25 kg/tahun atau hanya 0,19% dibandingkan total timbulan. Sementara itu, efektivitas operasional berdasarkan OEE rata‑rata berada pada kategori rendah hingga sangat rendah, hanya ada satu BSU yang efektivitasnya di atas 40%. Kinerja 4 BSU di Kecamatan Samarinda Seberang tergolong rendah, hanya satu yang memiliki kategori kinerja sedang. Temuan ini menegaskan bahwa peran BSU dalam mendukung pengurangan sampah rumah tangga masih harus ditingkatkan mengingat Peraturan Walikota Samarinda No. 35 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Rumah tangga memiliki target pengurangan sebesar 30% pada tahun 2025.
The Relationship between Rainfall and Total Suspended Solids (TSS) in Stormwater Runoff within a Coal Mining Stockpile Area Aris Pratama; Yunianto Setiawan; Abdul Basir Abbas; Hamdhani Hamdhani; Samsul Rizal; Krispinus Duma
Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara (Nusantara Tropical Fisheries Science Journal) Vol. 5 No. 1 (2026): Nusantara Tropical Fisheries Science
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/gcgbn245

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between rainfall characteristics and Total Suspended Solids (TSS) concentrations in stormwater runoff within a coal mining stockpile area. The study is considered important because it provides a scientific basis for understanding the influence of rainfall on TSS concentrations, while also supporting the evaluation of sediment control measures, operational improvements, and the development of sustainable environmental management policies. The data used in this study consisted of inlet TSS concentrations and daily rainfall records, which were categorized into rainfall measurements on the same day as TSS sampling (H0), rainfall measurements one day prior to TSS sampling (H1), rainfall measurements two days prior to TSS sampling (H2), and the cumulative rainfall from these three rainfall measurement variations. Observations were conducted at a monitoring point located in Loa Kulu Kota Village, Loa Kulu District, during the 2019–2025 period. The analysis was performed using polynomial regression statistics and correlation tests. The results showed that the average TSS concentration was relatively low (<100 mg/L), although several extreme spikes reaching up to 750 mg/L were recorded. In contrast, rainfall exhibited a more stable pattern (<150 mm). Polynomial regression analysis produced low coefficients of determination (R²), with the highest value observed under the H0 condition (R² = 0.1476), while H1 and H2 yielded only 0.0242 and 0.0088, respectively. Correlation tests further indicated that there was no statistically significant relationship between rainfall and TSS concentrations (p > 0.05). These findings suggest that increases in TSS concentrations are more strongly influenced by non-hydrological factors, such as mining operational activities, land cover conditions, and the effectiveness of sediment control infrastructure.