Maulidiah Lidya
STKIP Andi Matappa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Nilai Budaya Lokal dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di Indonesia: Tinjauan Literatur Maulidiah Lidya; Abelia Ardana; Nurul Hikmayanti; Aisyah Ramadhani; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/8z7v7158

Abstract

Keragaman budaya Indonesia menuntut layanan bimbingan dan konseling (BK) yang responsif terhadap nilai budaya peserta didik, tetapi bukti tentang peran nilai budaya lokal dalam layanan BK masih tersebar dan belum disintesis. Tinjauan literatur ini bertujuan (1) mengidentifikasi nilai budaya lokal yang dilaporkan dalam literatur BK di Indonesia, (2) menelaah cara nilai tersebut diintegrasikan ke dalam layanan BK, dan (3) menelaah bukti hasil serta tantangan layanan BK yang memanfaatkan nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan desain tinjauan literatur deskriptif-analitis berdasarkan pedoman Snyder. Artikel terbitan 2020–2026 ditelusuri melalui Google Scholar dan Garuda, lalu diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 11 artikel yang dianalisis melalui tahap pengorganisasian, sintesis, dan identifikasi tema. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa nilai yang dilaporkan meliputi siri' na pacce (Bugis-Makassar); manuntung, sasanggan, dan basopan (Banjar); rukun, tepa selira, gotong royong, dan Dasa Pitutur (Jawa); serta dima bumi dipijak disinan langik dijunjuang (Minangkabau). Nilai-nilai tersebut diintegrasikan sebagai isi intervensi, media penyampaian, model konseling terstruktur, dan landasan sikap konselor. Bukti awal dari dua studi eksperimen dan satu studi kasus menunjukkan peningkatan harga diri dan kompetensi sosial, tetapi jumlah studi empiris masih sedikit dan berskala kecil. Temuan ini menegaskan pentingnya kompetensi multikultural konselor dan perlunya uji empiris yang lebih ketat pada konteks budaya yang lebih beragam.