Program peningkatan capaian pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu program prioritas, karena pemberian ASI eksklusif dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap kesehatan dan status gizi balita, terutama mencegah terjadinya stunting. Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor utama dalam memastikan tumbuh kembang bayi optimal, terutama pada enam bulan pertama kehidupan. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya capaian ASI Eksklusif diantaranya kurangnya pengetahuan ibu mengenai manajemen laktasi, dan produksi ASI yang dianggap tidak cukup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemanfaatan daun kelor sebagai suplemen bagi ibu menyusui untuk meningkatan produksi ASI. Metode yang digunakan meliputi Pre tes, edukasi supportif dengan memaparan materi secara teoritik, diskusi tanya jawab, dan posttest. Instrumen evaluasi berupa kuesioner pilihan ganda yang menilai pengetahuan ibu. Hasil dari PKM ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu yaitu sebagian besar dengan kategori cukup 46,9% saat pretes, menjadi 84,4% dengan kategori baik setelah posttest. Seluruh peserta mengalami peningkatan baik pengetahuan setelah diberikan edukasi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi terbukti efektif membantu ibu memahami tentang pemanfaatan daun kelor sebagai suplemen bagi ibu menyusui untuk membanttu meningkatan produksi ASI. Sehingga, edukasi dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan pengetahuan ibu menyusui agar berhasil dalam memberikan ASI secara eksklusif