Indrawati, Maria
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kemandirian Ibu Rumah Tangga melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga TOGA Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit ISPA di Desa BAUMATA TIMUR Kabupaten Kupang NTT Elisma, Elisma; Indrawati, Maria; Laning, Ivonne; Sembiring, Martin
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 3 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i3.27114

Abstract

Pemberdayaan ibu rumah tangga dalam penanaman dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dapat digunakan untuk mendukung kesehatan dan perekonomian. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilatarbelakangi oleh belum banyaknya hasil penelitian yang diaplikasikan kepada masyarakat. Faktor yang memengaruhi penggunaan TOGA oleh ibu rumah tangga (IRT) yaitu pengalaman pribadi, usia, skala pendidikan, informasi dari luar, baik dari televisi, radio, internet, bahkan media sosial, pendapatan per kapita, serta aspek sosial dan budaya. Alasan sasaran ibu rumah tangga adalah bahwa ibu memiliki peranan dalam pengaturan keuangan saat memilih dan mengonsumsi obat-obatan. Pemilihan menggunakan obat tradisional yang didapatkan di kebun toga masing-masing ataupun menggunakan obat modern yang cenderung menggunakan bahan-bahan kimia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar menurut diagnosis oleh tenaga kesehatan, prevalensi ISPA di Indonesia sebesar 4,4%. Tertinggi pada kelompok umur 1-4 tahun sebesar 8%, jenis kelamin perempuan sebesar 4,4%, dengan tingkat pendidikan tidak sekolah sebesar 5,2% dan bekerja sebagai petani/buruh tani sebesar 4,4%, serta tinggal di pedesaan sebesar 4,7%. Pengabdian masyarakat melakukan pelatihan kepada ibu rumah tangga dengan metode penyuluhan, pendampingan, dan pelatihan pengolahan TOGA menjadi bahan minuman berbentuk seduhan dan instan. Kegiatan memberi dampak: (1) meningkatnya pengetahuan IRT; (2) meningkatnya pengetahuan tata cara penanaman tanaman obat yang baik; dan (3) keterampilan pengolahan TOGA menjadi bahan minuman seduhan dan instan.