Self-regulated learning (SRL) is an essential competence for new students in dealing with academic demands at higher educational levels. The preliminary study at MA Poncol Magetan revealed that 73% of new students exhibited low to moderate levels of self-regulated learning, underscoring the urgency for intervention. This study aimed to develop a guidance e-module integrated with the local value of gotong royong to enhance students' self-regulated learning. The research employed a research and development (R&D) approach using the ADDIE model with a one-group pretest-posttest design. Participant selection utilized purposive sampling for the limited trial involving 10 students and cluster random sampling for the field trial comprising 34 students. Material, media, and design expert validations indicated a highly valid category with an average score of 87.22%. Practicality evaluations yielded 86.50% from student responses in the very practical category and 88.20% from Guidance and Counseling teachers in the highly feasible category. The effectiveness test demonstrated a significant increase in the mean self-regulated learning score from 41.50 in the pretest to 57.30 in the posttest ( ) alongside an N-gain score of 0.52 categorized as moderate. In conclusion, the guidance e-module integrated with gotong royong values is proven to be valid, practical, and effective in enhancing student self-regulated learning. ABSTRAK Kemandirian belajar atau self-regulated learning (SRL) menjadi kompetensi esensial bagi siswa baru dalam menghadapi tuntutan akademik pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Rendahnya kemandirian belajar siswa baru Madrasah Aliyah Poncol Magetan sebesar 73% pada kategori rendah hingga sedang menjadi urgensi pengembangan intervensi layanan bimbingan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul bimbingan belajar berbasis nilai gotong royong untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa. Metode penelitian menggunakan research and development (R&D) model ADDIE dengan desain one group pretest-posttest. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling untuk uji coba terbatas sebanyak 10 siswa serta cluster random sampling untuk uji coba lapangan sebanyak 34 siswa. Hasil validasi ahli materi, media, dan desain menunjukkan kategori sangat valid dengan rerata persentase 87,22%. Uji kepraktisan memperoleh skor 86,50% dari respons siswa berkategori sangat praktis dan 88,20% dari guru Bimbingan dan Konseling berkategori sangat layak. Uji efektivitas membuktikan adanya peningkatan signifikan skor kemandirian belajar dari rerata pretest 41,50 menjadi posttest 57,30 dengan nilai signifikansi 0,000 ( ) serta perolehan N-gain sebesar 0,52 dalam kategori sedang. Dengan demikian, e-modul bimbingan belajar berbasis nilai gotong royong terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa.