Work readiness among vocational high school students is fundamentally determined not only by specialized vocational competencies, but also by internal psychological determinants, particularly career self-efficacy. Needs assessment data revealed that twelfth-grade vocational students at SMK Negeri 1 Sidoarjo required structural interventions to identify personal occupational potential, formulate career trajectories, and overcome transitional workplace barriers. This research aims to develop a Career Self-Efficacy Guidance E-Module to systematically evaluate its empirical validity, operational practicality, and instructional effectiveness in accelerating student work readiness. The study employed a Research and Development (R&D) framework utilizing the ADDIE instructional model, which encompasses five consecutive stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The empirical implementation sample comprised 32 twelfth-grade students selected via a purposive sampling technique based on their low career readiness scores from baseline assessments. Data collection utilized expert evaluation rating scales, user practicality instruments, and standardized pretest-posttest measurement batteries. The evaluation findings confirmed that the e-module attained a very good standard across multidisciplinary experts with an aggregated score of 4.81 and demonstrated superior user practicality. The inferential paired sample t-test yielded a statistically significant difference between baseline and post-intervention evaluations (p<.05), substantiating that the guidance media successfully improves vocational work readiness. ABSTRAK Kesiapan kerja siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi keahlian teknis, melainkan juga aspek psikologis berupa keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menghadapi dinamika dunia industri. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian siswa kelas XII SMK Negeri 1 Sidoarjo masih membutuhkan penguatan self-efficacy karier dalam mengenali potensi diri, menetapkan pilihan karier, serta mengatasi hambatan transisi kerja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media intervensi bimbingan konseling berupa E-Modul Bimbingan Self-Efficacy Karier untuk menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas produk dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model prosedural ADDIE yang meliputi tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Sampel uji coba terbatas berjumlah 32 siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan skor terendah pada asesmen kebutuhan awal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar validasi ahli, angket kepraktisan siswa, serta tes kesiapan kerja pada tahap pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul memperoleh kategori sangat baik dari para validator ahli dengan rata-rata skor 4,81 serta dinilai sangat praktis saat diimplementasikan kepada siswa. Uji efektivitas melalui paired sample t-test membuktikan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah perlakuan (p<0,05), sehingga media ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan kerja siswa kejuruan.