Stunting merupakan permasalahan gizi utama pada anak-anak di Indonesia. Stunting berdampak langsung pada permasalahan fisik, kognitif, pendidikan, kualitas hidup, dan peningkatan risiko infeksi pada anak. Besarnya dampak stunting menempatkannya sebagai masalah prioritas nasional. Penanganan stunting merupakan upaya kompleks yang harus dimulai dari kelompok masyarakat terkecil, yaitu keluarga. Mengacu pada kondisi tersebut, kegiatan pengabdian dirancang dengan pendekatan berbasis keluarga binaan dengan fokus edukasi tentang gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Fokus kegiatan yaitu pendampingan pada salah satu keluarga binaan yang berlokasi di Banjar Gadungan, Desa Bresela, Payangan. Penetapan ini mengacu pada lokasi yang merupakan desa binaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa. Sasaran kegiatan adalah seluruh keluarga binaan yang tinggal dalam satu pekarangan yang berjumlah 9 orang. Berdasarkan hasil edukasi dan pendampingan, telah terjadi peningkatan pengetahuan keluarga binaan dari yang pada saat pretest hanya mampu menjawab dengan benar 3 dari 8 pertanyaan, menjadi mampu menjawab seluruh pertanyaan saat kegiatan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keempat indikator keberhasilan program telah tercapai. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian berjalan dengan baik. Seluruh parameter keberhasilan program telah tercapai. Kegiatan edukasi telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki perilaku keluarga binaan berkaitan dengan gizi keluarga dan PHBS. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga lebih berdampak nyata dalam pencegahan kejadian stunting di Bali, khususnya di Kabupaten Gianyar.