Ardian Maulana
Sekolah Tinggi Sains Islam Bina Cendekia Utama Cirebon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kecerdasan Buatan Dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Interaktif Untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar: Sebuah Studi Literatur Ardian Maulana; Samsul Arifin
Jurnal Wawasan Nusantara, Scope Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Wawasan Nusantara
Publisher : Institut Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif di Indonesia menghadapi tantangan signifikan mulai dari kompetensi guru, keterbatasan sarana, hingga kurikulum yang belum sepenuhnya adaptif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Di tengah tantangan tersebut, Kecerdasan Buatan (AI) menawarkan potensi solusi inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran AI dalam pengembangan media pembelajaran interaktif untuk ABK di sekolah dasar, menganalisis bentuk aplikasi dan efektivitasnya, serta mengkaji tantangan implementasinya melalui metode Studi Literatur Sistematis (SLR). Proses SLR dilakukan dengan mencari literatur dari basis data seperti Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, ERIC, dan SINTA dalam rentang waktu 2015-2025. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa peran utama AI meliputi personalisasi dan pembelajaran adaptif yang secara dinamis menyesuaikan materi sesuai kebutuhan unik siswa, seperti pada kasus disleksia, ADHD, dan spektrum autisme (ASD). Berbagai bentuk media berbasis AI seperti gamifikasi, Augmented Reality (AR), Intelligent Tutoring Systems (ITS), dan robotika edukasional terbukti secara empiris meningkatkan hasil belajar akademik, fokus, motivasi, dan keterampilan sosial siswa. Meskipun demikian, implementasi AI dihadapkan pada tantangan krusial seperti kesenjangan digital, potensi bias algoritma, isu privasi data, dan kebutuhan mendesak akan pelatihan guru. Studi ini menyimpulkan bahwa AI memiliki potensi transformatif, namun implementasi yang etis dan merata memerlukan strategi untuk mengatasi hambatan akses dan kesiapan sumber daya manusia.