Saiful Bahri
Program Magister Administrasi Pendidikan, Fakultas Pascasarjana, Universitas Almuslim, Bireun, Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMPARASI PELAPORAN DANA BOS DIGITAL DI SEKOLAH NEGERI DAN SWASTA: LITERATURE REVIEW Latifur Rahmi; Leny Nurdiyaningsih; Nyi Nyoman Sekar Sudesmi; Juliana Juliana; Sonny M.Ikhsan Mangkuwinata; Saiful Bahri
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i4.15913

Abstract

Educational financing represents an essential component in supporting the sustainability and quality of education delivery, particularly through the effective, transparent, and accountable management of School Operational Assistance (BOS) funds. Information technology advancements have accelerated the transformation of BOS fund management and reporting through digital mechanisms, such as the School Activity and Budget Plan Application (ARKAS) and BOS Online. Nonetheless, identical digital platforms operate within distinct public and private institutional contexts characterized by differing managerial structures, supervisory frameworks, and funding sources. This study aims to analyze and compare digital-based BOS fund reporting in public and private schools synthesized from previous empirical findings. Employing a literature review approach with a descriptive-comparative design, this study examined 20 relevant peer-reviewed articles. Literature was selected through systematic database searches adhering to explicit inclusion and exclusion criteria, followed by descriptive, thematic, and comparative analyses. The findings reveal that public schools exhibit more formal, rigid, and standardized digital reporting mechanisms due to direct hierarchical oversight from local education authorities. Conversely, private schools demonstrate greater operational flexibility but face dual accountability obligations to both the government and private foundation boards. Although digital platforms significantly enhance administrative efficiency, implementation success across both sectors remains heavily contingent upon human resource competencies, digital literacy, infrastructural readiness, and internal supervisory controls. ABSTRAK Pembiayaan pendidikan merupakan komponen penting dalam mendukung keberlangsungan dan mutu penyelenggaraan pendidikan, termasuk melalui pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang efektif, transparan, dan akuntabel. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi pengelolaan dan pelaporan dana BOS melalui sistem digital, seperti Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) dan BOS Online. Namun, penggunaan sistem digital yang relatif sama diterapkan dalam konteks kelembagaan sekolah negeri dan swasta yang memiliki karakteristik pengelolaan, pengawasan, dan sumber pembiayaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengomparasikan pelaporan dana BOS berbasis digital pada sekolah negeri dan swasta berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan pendekatan analisis literatur dengan desain deskriptif-komparatif terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan. Literatur diseleksi secara sistematis melalui basis data bereputasi dengan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara deskriptif, tematik, dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah negeri memiliki mekanisme pelaporan digital yang lebih formal, kaku, dan terstandar karena keterikatan hierarkis terhadap pengawasan dinas pendidikan. Sebaliknya, sekolah swasta menunjukkan fleksibilitas operasional yang lebih adaptif tetapi menghadapi tantangan akuntabilitas ganda kepada pemerintah dan badan penyelenggara yayasan. Meskipun sistem digital meningkatkan efisiensi administrasi, keberhasilan implementasi pada kedua jenis sekolah sangat ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia, literasi digital, kesiapan infrastruktur, dan efektivitas pengendalian internal.